BANTUL – Megaproyek Bandara di Kulonprogo, Yogyakarta International Airport (YIA) menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Tak hanya buruh dari wilayah terdampak bandara. Bahkan banyak warga Bantul turut mendapat berkah tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Sulistyanto mengatakan, Bantul mendapat serapan tenaga kerja dari PT Angkasa Pura (AP) I sebesar 10 persen. Tenaga kerja dari Bantul terserap pada sektor ticketing dan operasional bandara.

Sulistyanto menjelaskan, para tenaga kerja yang diambil dari Bantul merupakan lulusan balai pelatihan. Yang digelar oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Bantul.

Kata Sulistyanto, tenaga kerja yang berasal dari Bantul dinilai sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan AP I. Sudah memenuhi standar kebandarudaraan. Menjelang selesainya pembangunan YIA, penyerapan tenaga kerja dari Bantul diprediksi akan lebih tinggi.

Karena, kata Sulistyanto, masih banyak sektor pendukung yang membutuhkan tenaga kerja. Seperti transportasi dan akomodasi YIA. “Tentunya hal ini akan mengurangi angka pengangguran di Bantul,” kata Sulistyanto.

Dikatakan, AP I sebenarnya sudah berkomunikasi terkait penyerapan tenaga ahli dari Bantul. Namun pihaknya masih berharap pada kesiapan instruktur dari AP I.

“Memang dibutuhkan tenaga ahli untuk YIA. Namun idealnya yang melakukan pelatihan dari mereka (AP I). Kalau (pelatihan tenaga kerja) reguler seperti perhotelan, otomotif, dan lainnya, kami punya instruktur sendiri,” kata Sulistyanto.

Melihat peluang tersebut, kata Sulistyanto, Pemerintah Kabupaten Bantul telah meningkatkan materi pelatihan tenaga kerja kebandarudaraan. “Mengingat di era industri maju seperti sekarang, perusahaan tidak hanya melihat ijazah calon pekerja. Namun juga dilihat sertifikat keahliannya,” kata Sulistyanto. (cr5/iwa/by)