SLEMAN – Bagi para penggemar kuliner bebek di Jogjakarta, kini mendapat tambahan satu lagi sebagai tempat untuk memanjakan lidahnya, yakni di Bebek Balap Resto (BBR). Resto khusus bebek yang berada di Gejayan, Depok, Sleman ini, mengutamakan kelezatan daging bebek dan cara mengolahnya yang sehat.

Bebek Balap Resto, baru melakukan opening Senin (29/4) lalu. Menu  Bebek Balap Resto, yang direkomendasikan adalah olahan bebek bakar dan goreng. Bebek goreng dan bakar tersebut disajikan dengan aneka sambal dan sayuran, dengan porsi yang pas dan menarik.

Tentu juga ada banyak menu pendamping, khususnya sayur. Semua disajikan dengan mengutamakan higienis. “ Untuk proses memasak, kami juga perhatikan agar minyak yang dipakai tidak berulang-ulang. Ini untuk menjaga kesehatan tubuh kita,” kata owner Bebek Balap Resto, Dian Saptika.

Dian—panggilan akrabnya, menceriatakan bahwa resto yang dia kelola adalah karena hobi keluarga yang senang dengan masakan bebek goreng. Dan kebetulan juga, sang suami (Lulut Wahyudi) juga memiliki peternakan bebek di Delanggu, Klaten, Jawa Tengah.

“Karena banyak yang mendorong dan menyemangati, akhirnya saya memberanikan diri untuk membuka Bebek Balap Resto ini,” ungkapnya.

Ditegaskan, dengan bahan baku berupa daging bebek dari peternakan sendiri, maka bebek yang dipotong dipastikan sehat, aman, dan halal. “Ini juga menjadi nilai lebih di resto kami. Dan tentunya juga menjadi lebih murah harganya,” ujar Dian.

Resto yang berada di selatan Hotel Grand Tjokro Jalan Afandi ini memiliki konsep yang berbeda dengan resto-resto yang sebelumnya ada. Gagasan besarnya akan selalu mengadakan nonton bareng siaran langsung balapan, baik Moto GP ataupun Formula.

Gagasan tersebut dikerenakan Dian dan sang suami, punya hobi yang sama, yaitu balap. “Kami berdua kebetulan hobinya sama, balap,” tegasnya.

Dari situ juga, akhirnya memberikan nama restonya Bebek Balap Resto. Tidak sekadar member nama, Dian punya gagasan besar, kelak di restonya akan selalu diadakan nonton bareng siaran langsung balapan.

“Rencana ke depan, kami akan menggelar nonton bareng balapan Moto GP atau Formula di lantai 2 atau 3. Sehingga seraya nobar balapan, ditemani bebek balap untuk disantap,” imbuh Dian lalu tertawa.

Sang suami, Lulut Wahyudi yang juga Direktur Kustomfest mendukung sepenuhnya keinginan istrinya untuk terjun ke bisnis kuliner. “Sepertinya ngobrolin perkembangan kustom akan lebih enak setelah kenyang makan bebek balap ya,” sloroh Lulut sambil tertawa. (obi/a2/jko)