MUNGKID – Pemkab Magelang menggenjot fasilitas kesehatan yang ada di Puskesmas. Setidaknya, saat ini menjadi 10 puskesmas yang memiliki ruang rawat inap. Padahal sebelumnya wilayah yang memiliki 21 kecamatan ini hanya punya tiga puskesmas dengan rawat inap.

“Sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Magelang 2014-2019, Dinas Kesehatan berupaya menambah jumlah puskesmas rawat inap yang semula tiga menjadi 10,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang Retno Indriastuti, Minggu (5/5).

Retno menyatakan hal itu saat mendampingi Bupati Magelang Zaenal Arifin meresmikan fasilitas rawat inap di Puskesmas Sawangan. Puskesmas yang telah memiliki fasilitas itu, antara lain, Puskesmas Pakis, Kaliangkrik, Kajoran I, Sawangan II, Mertoyudan I, Windusari, Dukun, Salam dan Puskesmas Secang II.

Peresmian fasilitas rawat inap tersebut akan dibagi dalam tiga tahap.  “Pelaksanaan peresmian pPuskesmas rawat inap terbagi dalam tiga tahapan. Peresmian ini menandai kegiatan program kesehatan Pemkab Magelang,” tuturnya.

Menurut Kepala Puskesmas Sawangan II dr Devinta, pembangunan bangunan dari puskesmas nonrawat inap menjadi puskesmas rawat inap sudah dipersiapkan sejak 2016. Saat ini sudah tersedia empat bangsal, yakni bangsal wanita dua tempat tidur dan bangsal pria dua tempat tidur.

Kemudian bangsal anak dua tempat tidur dan bangsal setelah persalinan dua tempat tidur. “Jangan dibayangkan banyak tempat tidur. Karena skala puskesmas bukan rumah sakit,” ujarnya.

Zaenal Arifin menegaskan, pemerintah daerah berkewajiban mewujudkan sarana dan prasarana kesehatan kepada masyarakat. Jika semua program kesehatan sukses, tidak perlu masyarakat yang dirawat di puskesmas maupun rumah sakit. Sehingga diharapkan puskesmas rawat inap bisa beroperasi maksimal, secara sarana dan prasaranya, sekaligus SDM pengelola yang cakap.

“Kami berupaya untuk hak dasar pelayanan kesehatan di Magelang. Setidaknya 30 persen puskesmas di Magelang harus sudah bisa menjadi puskesmas rawat inap dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Selain  itu, pihaknya juga akan menambah jumlah rumah sakit. Setelah akan diselesaikannya bangunan RSUD baru di Blondo Kecamatan Mungkid, dua puskesmas akan naik status jadi RSU kelas D. Yakni Puskesmas Salaman I dan Puskesmas Grabag I.

“Kesiapan alih fungsi puskesmas tersebut sudah dilakukan. Mulai dari pengurusan izin, kesiapan gedung dan peningkatan SDM, serta penyusunan perda. Untuk Puskesmas Salaman telah dianggarkan penambahan sarpras senilai Rp 1,5 miliar dan dana operasional Rp 3 miliar,” ungkapnya.

Sedangkan untuk Puskesmas Grabag dilakukan perluasan lahan seluas 3.634 M2 dengan nilai Rp 2,2 miliar. Kemudian akan dilakukan penyusunan master plan dan DED di tahun depan. “Untuk Puskesmas Grabag rencananya siap di tahun 2020,” tandas Zaenal. (dem/laz/zl)