JOGJA – Suasana berbeda akan terlihat di kawasan Alun-Alun Kidul selama awal bulan Ramadan. Tak ada aktivitas becak odong-odong, PKL hingga penyedia jasa tutup mata masangin. Mereka libur pada hari pertama puasa.

Ketua I Paguyuban Pelaku Pariwisata Alkid (Paparasi) Edi Hariyanto mengatakan, hal ini sudah menjadi tradisi setiap tahun. Tiap hari pertama menyambut puasa seluruh aktivitas diliburkan sesuai dengan kesepakatan bersama anggota Paparasi.

“Ya ini supaya semua pelaku usaha, dalam menyambut puasa lebih hikmat dan bisa merasuk sampai di relung hati semuanya,” tuturnya, Minggu (5/5).

Seluruh aktivitas ekonomi di Alkid akan dihentikan sejak Minggu (5/5) pukul 12.00 siang sampai dengan hari ini (6/5), pukul 14.00 siang. Selain itu di bulan Ramadan, segala aktivitas dibatasi maksimal sampai dengan pukul 02.00 dini hari. Sound system odong-odong juga tidak dizinkan untuk dibunyikan pada saat adzan Maghrib berkumandang sampai pada pukul 20.00 malam,

“Pedagang juga dilarang berjualan di atas lapangan maupun sisi utara dan selatan terkecuali pedagang anggota kitiran maupun pedagang asongan liburan lebaran,” tambahnya.

Para pedagang juga dilarang berjualan petasan dan kembang api. Termasuk membunyikan atau bermain petasan serta kembang api di kawasan Alkid selama bulan Ramadan. “Bagi yang tidak mematuhi peraturan selama bulan Ramadan, akan ditindak tegas oleh Jogoboyo Paparasi, ” tegasnya.

Salah satu pedagang rujak, Ngajiyo mengaku tidak masalah dengan adanya aturan ini karena sudah menjadi kesepakatan bersama setiap tahunnya,  “Tidak apa-apa ini sudah menjadi aturannya dari dulu, untuk menghormati awal bulan puasa, ” tuturnya. (cr15/pra/er)