JOGJA – Tak berlebihan kampanye vaksinasi untuk penjamah makanan yang dilakukan Perdoki di DIJ. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) DIJ proporsi keracunan makanan di DIJ masih tinggi. Selama 2015 hingga Maret 2019 ini sudah ada 185 kasus keracunan makanan.

Kepala Dinkes DIJ drg Pembajun Setjaningastutie M.Kes mengaku beberapa kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan, kurang mengenakan untuk DIJ sebagai kota pariwisata. “Untuk pariwisata kan tidak cukup hanya nyaman,tapi juga aman untuk konsumsi makanan,” jelasnya.

Untuk hotel dan restoran, diakuinya relative sudah ada standar operasional prosedur (SOP) pelayanan dan penyajian makanan. Yang dikhawatirkan mantan Direktur RSJ Grhasia itu adalah usaha catering dan jajanan warung PKL. “Pengolah makanan non hotel ini yang juga perlu teredukasi,” ungkapnya.

Kekhawatiran Pembajun juga melihat data kasus demam typoid di DIJ, yang sampai minggu ke-16 2019 total ada 3.231 kasus. Sedang untuk kasus hepatitis A selama 2018 lalu tercatat 80 kasus. “Untuk suspect demam typoid dan hepatitis A lokus terbanyak di Sleman, yang banyak tempat jajanan dan kampus,” ungkapnya. (cr8/pra/er)