BANTUL – Dua pelajar nyaris menjadi korban keganasan pantai selatan. Jofan Efendi, 17, siswa SMA 2 Pedan dan Aditya Galih Nugroho, 14, pelajar SMP 1 Pundong terseret gelombang laut saat mandi di Pantai Parangtritis, Minggu (5/5). Beruntung, dua pelajar dari Klaten, Jawa Tengah dan Bambanglipuro itu masih bisa diselamatkan Sarlinmas Pantai Parangtritis.

Komandan Sarlinmas Pantai Parangtritis Ali Sutanto menjelaskan, posisi kedua pelajar itu saat mandi agak ke tengah. Letaknya juga berdekatan dengan palung. Keduanya langsung tenggelam saat terjadi arus balik.

”Mereka dievakuasi petugas dengan menggunakan selancar,” jelas Ali menjelaskan kecelakaan laut yang terjadi pukul 16.05 itu.

Keduanya, kata Ali, langsung dibawa ke posko Sarlinmas. Untuk mendapatkan pertolongan pertama. Kendati begitu, Jofan harus dilarikan rumah sakit terdekat setelah mendapatkan pertolongan pertama.

”Sedangkan korban satunya sudah pulang,” ujarnya.

Personel Sarlinmas, Ali menegaskan, sebenarnya telah berusaha melakukan antisipasi. Di antaranya dengan memberikan teguran kepada wisatawan yang mandi atau bermain air. Hanya, tidak sedikit yang mbalela. Termasuk dua pelajar yang tenggelam itu.

”Mereka tetap ngotot (mandi),” katanya.

Saat kejadian, Ali menyebut jumlah wisatawan memang tak seperti hari-hari biasanya. Jumlahnya hampir empat kali lipat lebih banyak. Mereka akhirnya cenderung mandi atau bermain air agak ke tengah.

”Tapi, laut selatan berbahaya. Khususnya, di titik palung,” tambahnya. (cr5/zam/er)