JOGJA – Pimpinan Ranting Muhammadiyah Nitikan, Jogja dan Takmir Masjid Muthohirin menggelar Pasar Sore Ramadan Nitikan. Acara tersebut untuk kali ke-11.

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Nitikan, Dwi Kuswantoro mengatakan, acara tersebut bertema budaya Jogja masa lalu dan masa dating. Berkaitan dengan warna warni Ramadan.

“Tema warna-warni kami ambil karena beberapa bulan ini lelah politik. Pasar ini akan membaurkan kembali semua warga. Tak ada lagi perbedaan,” kata Kuswantoro.

Dikatakan, omzet Pasar Sore Ramadan Nitikan pada tahun lalu sekitar Rp 3,5 miliar. ‘’Tahun ini semoga omzetnya naik,” kata Kuswantoro.

Terdapat 300 stan, didominasi kuliner, yang terlibat dalam pasar sore tersebut. Sebanyak 150 stan warga, dan 150 stan disediakan panitia.

Selain mengisi Ramadan, pasar sore tersebut sebagai upaya pemberdayaan ekonomi warga setempat. “Bagian dari upaya Muhammadiyah memberdayakan ekonomi masyarakat,’’ kata Kuswantoro.

Dikatakan, transaksi bisa dilakukan dari atas kendaraan. Tidak perlu parkir. Untuk mengantisipasi kemacetan, dilakukan rekayasa lalu lintas.

“Kemacetan pasti terjadi. Karena pedagang sangat banyak. Kami mencoba mengurai lalu lintas kendaraan dengan menyebarkan ke beberapa tempat,” ujar Kuswantoro.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengapresiasi kegiatan tersebut. Dinilai sebagai bentuk kekompakan warga. Anak-anak, pemuda, ibu-ibu, dan bapak-bapak berbaur.

HPmenilai Pasar Sore Ramadan Nitikan membangkitkan ekonomi warga. “Semoga kesejahteraan warga Nitikan semakin meningkat,” kata HP. (cr8/iwa/by)