JOGJA – Keberhasilan Ketua Umum Pengurus Daerah Insitut Karate-Do Nasional (Inkanas) DIJ, sekaligus Kapolda DIJ Irjen Pol Ahmad Dofiri mengembangkan olahraga karate di DIJ diganjar penghargaan. Dia dianugerahi Dan IV sabuk hitam oleh Dewan Guru Pengurus Besar (PB Inkanas).

Penganugerahan diwakili secara simbolis oleh Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Fitriadi Sigit Harjanto beserta penyerahan sertifikat penghargaan oleh Dewan Pembina dalam prosesi upacara yang berlangsung di Halaman Mapolda DIJ Minggu pagi (5/5). Menurut dia, penganugerahan tersebut disematkan lantaran selama tiga tahun kepemimpinan Ahmad Dofiri, Pengda Inkanas DIJ selalu masuk sepuluh besar juara umum dalam setiap penyelenggaraan event Kejuaraan Nasional (Kejurnas). “Beberapa karateka dari DIJ juga mengukir prestasi hingga tingkat internasional,” katanya.

Sekretaris Pengda Inkanas DIJ Edwi Arief Sosiawan menambahkan, selama kepemimpinannya, berbagai perubahan telah dilakukan. Salah satunya mengembangkan lebih banyak dojo dan melakukan pembinaan dengan intens dan memadai. “Jika sebelumnya hanya memiliki 17 dojo, kini meningkat menjadi 25 dojo di seluruh Jogja,” jelas Edwi.

Dari 25 dojo tersebut, ada setidaknya 613 kohai atau siswa. Sekitar 300 diantaranya mengikuti upacara penghormatan kemarin. Ahmad Dofiri sendiri mengaku tersanjung dengan banyaknya kohai yang hadir. Ia pun mengapresiasi para orangtua yang telah mendukung anaknya mengikuti olahraga karate. “Ini kalau dilihat lebih banyak yang mengantar daripada yang diantar,” katanya disambut tawa.

Mantan Kapolresta Jogja itu mengaku tersanjung dengan penghargaan yang diberikan. Namun ia tetap menerimanya karena ini dapat menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan karate dia DIJ.

Di masa kepemimpinannya, yang menginjak tahun ketiga, cukup banyak menorehkan prestasi. Salah satunya masuk 10 besar Kejuaraan Nasional Inkanas. Selain itu, prestasi internasional juga sempat ditorehkan. Diantaranya Fadila Agvina yang menjadi juara Kumite di Basell Open Swiss.

Dalam kesempatan itu, ada beberapa demonstrasi yang dilakukan para atlet. Menariknya, ada peragaan jurus-jurus karate terapan. Edwi menjelaskan, karate ini awalnya merupakan karate polisi yang digunakan oleh pihak kepolisian dalam menjalankan tugas. Namun, seiring berjalannya waktu, jurus-jurus berkembang dan digunakan untuk banyak hal. (cr10/pra/zl)