PURWOREJO – Ada permasalahan besar yang terjadi dalam hubungan Gunardi-Siti Sarah Apriyani. Keduanya sudah lama pisah ranjang dan tinggal terpisah, walaupun bekerja dalam satu tempat di Kementerian ESDM Jakarta.

Berasal satu desa di Purworejo, yakni Desa Panggel Dlangu, Butuh, Purworejo, mereka memiliki satu anak yakni Kahmila Azkanisa. Lokasi kejadian di Purworejo karena Sarah memang pulang dari Jakarta pada Sabtu (4/5) pagi.

Camat Butuh Wasith Diono mengatakan, dari penuturan banyak warga hubungan keduanya sudah renggang cukup lama. Mereka masih dalam proses cerai setelah sekian lama hubungannya tidak baik.

“Saya tidak mengorek keterangan lebih dalam tentang awal dari keretakan hubungan perkawianan itu karena permasalahan di internal mereka,” kata Wasith, Minggu (5/5).

Disebutkan, antarkeluarga besar itu sudah saling tahu jika hubungan keduanya sudah tidak baik dan siap untuk berpisah secara resmi. “Saat Mbak Sarah pulang Sabtu pagi itu, dia sendiri. Tidak bareng dengan Gunardi, suaminya,” jelas Wasith.

Bahkan warga setempat pun tidak tahu jika Gunardi juga pulang dan melakukan tindakan tersebut. Sedangkan untuk Sarah, karena sudah pulang sejak pagi, tetangganya banyak yang tahu.

“Gunardi masuk ke dalam rumah Sarah dini hari sekitar pukul 00.00. Dia masuk dengan mencongkel jendela kamar korban,” tambahnya. Ternyata istrinya tidak ada di kamar itu, karena Sarah dan anaknya tidur di depan televisi. Sementara kedua orang tuanya tidur di dalam kamar yang berdekatan dengan ruang itu.

“Pelaku tampaknya langsung menyabetkan parangnya di tempat itu. Ada suara gaduh, orang tuanya keluar. Tapi karena bapak sudah stroke jadi agak lambat keluar, dan Bu Endang yang keluar lebih awal,”  tambah Wasith.

Baru sampai di depan kamar tidurnya, Edang langsung dibabat parang oleh pelaku. Muh Wahyono sendiri tidak terlalu parah karena keluar paling akhir dari kamar, dan warga sudah mulai mendekat karena ada kegaduhan.

“Warga yang masuk rumah dengan menggedor pintu, hanya mendapati para korban. Pelaku sendiri bersembunyi di dalam dapur dan mengunci dari dalam,” katanya.

Dari dalam dapur itu pelaku tidak mungkin melarikan diri, karena tidak ada pintu lain dari tempat itu. Warga menghubungi polisi. Saat polisi datang dan mendobrak pintu, didapati pelaku sudah pingsan dengan racun di tangannnya.

Diduga Gunardi berusaha mengakhir hidup dengan meminum racun. “Informasi terakhir, pelaku bisa diselamatkan dan sudah diamankan oleh petugas kepolisian,” jelas camat Butuh ini. (udi/laz/er)