SLEMAN – Laboratorium Ilmu Pemerintahan (Lab IP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Jogja menggelar Pelatihan Jurnalistik. Pelatihan bertema I Wanna Be Journalist yang digelar Jumat hingga Sabtu (3-4/5) ini diikuti 38 mahasiswa dari Jurusan Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMY.

SEMANGAT: Para peserta pelatihan jurnalistik berfoto bersama usai acara hari pertama. (LATIFA NURINA/RADAR JOGJA)
SEMANGAT: Kebersamaan para peserta setelah mengikuti pelatihan pada hari kedua. (LATIFA NURINA/RADAR JOGJA)

Yang berbeda, mahasiswa angkatan 2018 ini tidak sekadar mendapatkan materi seputar dasar-dasar jurnalistik. Melainkan juga praktik liputan.

Materi seputar dasar-dasar jurnalistik disampaikan oleh wartawan Radar Jogja Rizal SN. Sedangkan CEO Radar Jogja Digital Reren Indranila memberikan materi seputar jurnalistik digital. Pemberian materi di kantor Jawa Pos Radar Jogja.

Setelah mendapatkan bekal teori, peserta pelatihan kemudian melakukan praktik liputan di Kantor Desa Condongcatur dan Pasar Kolombo.

”Alhamdulillah, acaranya sangat asyik. Adik-adik (mahasiswa, Red) bisa belajar membuat berita sehingga layak untuk di-publish. Semoga bisa dilanjutkan untuk adik-adik angkatan selanjutnya,” jelas Koordinator Lab IP UMY Sakir. Dosen Bahasa Indonesia ini berharap setelah mengikuti pelatihan, mahasiswanya dapat menulis karya ilmiah maupun opini yang layak terbit di media cetak maupun online.

Peserta dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok mendapat tema liputan berbeda. Untuk lokasi Kantor Desa Condongcatur, tema terkait dana desa, pemberdayaan masyarakat, e-government, dan pengelolaan sampah desa. Kemudian setiap kelompok secara bergiliran mewawancarai Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji.

Reno mengapresiasi kegiatan ini. Dia berharap pelatihan serupa bisa dikembangkan di perguruan tinggi (PT) lain. Terutama PT di sekitar Desa Condongcatur.

”Saya sangat senang bisa menjadi sampel (narasumber, Red.) dan memberi pengetahuan seputar pelayanan masyarakat Desa Condongcatur kepada mahasiswa,” ucapnya.

Praktik liputan hari kedua di Pasar Kolombo. Tema liputan seputar harga komoditas menjelang Ramadan, pengelolaan pasar desa, tren pasar rakyat, dan pengelolaan sampah pasar desa.

PRAKTIK LAPANGAN: Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMY saat mewawancarai salah satu pedagang Pasar Kolombo. (LATIFA NURINA/RADAR JOGJA)

Hasil liputan yang ditulis menjadi berita kemudian dikupas dan dibahas bersama pemateri.

”Peserta hari kedua lebih unggul di materi konten tulisannya, tapi secara umum kualitasnya sama. Kalau peserta hari pertama mereka lebih aktif bertanya,” jelas Reren.

Bagas Prasetya, seorang peserta mengungkapkan, mewawancarai pedagang dalam praktik liputan adalah bagian paling menarik dari rangkaian pelatihan.

”Mereka (pedagang, Red) cerita keluh kesahnya. Saya jadi punya perspektif baru sebagai pembeli,” ungkapnya.

Melly Dwi Savitri, seorang peserta lainnya, mengaku pelatihan kali ini merupakan pengalaman pertamanya dalam belajar jurnalistik secara langsung.

”Paling menarik waktu wawancara. Kami jadi tahu bagaimana caranya bikin berita yang layak,” tuturnya. (tif/zam/er)