BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul memberlakukan aturan tegas kepada pemilik usaha hiburan malam dan makanan. Hal itu supaya pelaksanaan Ramadan 1440 Hijriah ini bisa berjalan lancar.

Sekertaris Daerah Bantul Helmi Jamaris mengakui, pemkab sudah mengirimkan surat edaran kepada pemilik usaha makan dan hiburan terkait hal tersebut. Merka diminta agar tidak terlalu blak-blakan dalam menjajakan dagangannya. Khususnya pada siang hari.  “Aturan tersebut juga berlaku pada usaha makanan yang berada di dalam pusat perbelanjaan,” ujarnya di Kantor Pasaramya, Senin (6/5).

Untuk tempat hiburan malam, pemerintah memberikan aturan baru kepada pemilik usaha karaoke, kafe, bar dan sejenisnya agar menutup usahanya selama dua hari awal puasa. Setelahnya, lanjut Helmi tempat-tempat semacam itu akan diperbolehkan buka mulai pukul 21.00 hingga 24.00. Sedangkan untuk panti pijat hanya diperbolehkan buka pada siang hari, yaitu pukul 11.00 sampai 17.00.

Helmi juga memberikan himbauan kepada masyarakat terkait dengan petasan. Diakuinya walau kegiatan tersebut memang sudah menjadi tradisi, dia meminta agar masyarakat untuk bisa meminimalisasi penggunaan petasan. Khususnya di tempat-tempat umum.”Saya berharap, bisa saling menghormati,” himbaunya.

Dia juga berharap agar para aparat desa seperti camat dan lurah untuk bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Satpol PP. Khususnya dalam hal pengawasan dan penertiban tempat usaha-usaha tersebut.
Terkait dengan penindakan, Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta mengaku pihaknya siap untuk memberlakukan penertiban. Termasuk melakukan penertiban di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan penyakit masyarakat (pekat).

Yulius juga mengatakan bahwa sebelum masuk Ramadan, Satpol PP Bantul juga sudah melakukan di beberapa tempat. Pada 26 April lalu, pihaknya sudah menertibkan usaha ilegal dan tempat karaoke di kawasan Pantai Parangtritis.”Pada 2 Mei, melakukan penertiban miras di tiga titik. Di kecamatan Imogiri, Wirokerten, dan Kasihan,” katanya. (cr5/din/fj)