PURWOREJO – Sementara itu, dua orang masih dilakukan perawatan intensif di RSUD dr Tjitrowardojo akibat tindakan nekat Gunardi. Keduanya adalah Muh Wahyono 65, ayah mertua pelaku serta anak kandungnya bernisial KAN, 10.

“Dua korban meninggal sudah dimakamkan hari Minggu, sementara dua yang selamat masih dirawat di rumah sakit,” jelas Kapolres. Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Antara lain, satu potong kayu bulat panjang satu meter, sebilah pisau sangkur, satu tas pinggang warna hitam berisi satu golok dan satu pisau. Kemudian  tiket KA Singasari atas nama Gunardi, HP merk Oppo, satu botol Chloroform, satu kain penutup kepala, serta satu lakban warna coklat.

Terhadap pelaku sendiri, dijerat dengan Pasal 340 KUHP Sub Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 44 Ayat (3) UURI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Pasal 351 KUHP. Ancamannya hukuman mati atau seumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun.

Gunardi sendiri saat diwawancara wartawan tak menampik dikatakan dirinya sakit hati. Tidak dijelaskan secara detail rasa sakit hatinya itu. Diajukan pertanyaan rasa sayangnya terhadap sang anak, Gunardi mengaku amat mencintai. “Saya khilaf,” katanya lirih.

Lalu, bagaimana dengan masa depan dua anaknya? Saat diajukan lagi pertanyaan ini kepada Gunardi, tersangka tidak bisa menjawab dan hanya menunduk. “Saya belum siap jawab,” katanya lirih.  (udi/laz/er)