PURWOREJO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang urung meresmikan YIA pada Senin (29/4) lali. Namun, operasional minimum bandara telah dimulai sejak kemarin. Sejumlah moda transportasi masal pendukung bandara juga telah siap. Di antaranya, suttle bus, taksi, dan kereta api via Stasiun Wojo, Purworejo.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Jogjakarta menyiapkan kereta khusus bandara dengan tujuan akhir Stasiun Wojo. Operasional perdana kereta api bandara itu kemarin hanya mengangkut seorang penumpang.

Executive Vice President PT KAI Daop 6 Jogjakarta Eko Purwanto mengatakan, di Stasiun Wojo setiap hari disiagakan dua kereta api rute Jogjakarta-Purworejo. Selain kereta api khusus bandara ada pula kereta Solo Express.

Existing siaga dua trainset, Solo Express dan kereta khusus bandara dari Stasiun Maguwoharjo. Bisa menampung 196 penumpang duduk,” jelasnya.

Dari stasiun keberangkatan, kereta khusus bandara dijadwalkan sampai di Stasiun Wojo 1,5 jam sebelum jadwal penerbangan pesawat. Eko memastikan jam keberangkatan kereta menyesuaikan jadwal penerbangan. Terlebih jika ada perubahan jadwal penerbangan pesawat.

Menurut Eko, perjalanan kereta menuju Stasiun Wojo butuh waktu 35 menit dari Stasiun Tugu atau 45 menit dari Stasiun Maguwoharjo. Tiket kereta api khusus bandara dibanderol Rp 30 ribu. Selama masa promo berlaku separonya.

SHUTTLE BUS: Armada DAMRI menjadi moda penghubung bagi penumpang pesawat di YIA dari Stasiun Wojo, Purworejo pulang pergi. (DWI AGUS/RADAR JOGJA)

Di Stasiun Wojo, calon penumpang pesawat di YIA akan diambil alih Bus DAMRI. Dari Wojo ke YIA diperkirakan selama 15 menit.

Operasional kereta khusus bandara di Stasiun Wojo bersifat sementara. PT KAI sedang mengebut pembangunan Stasiun Kedundang, yang sejak awal memang diproyeksikan sebagai stasiun khusus kereta api pendukung YIA. Target pembangunan akhir 2019. “Sampai Kedundang benar-benar optimal. Dua tahun tetap pakai Wojo,” kata Eko.

Ke depan, Stasiun Wojo tetap akan difungsikan untuk melayani penumpang kereta api reguler.

Pada uji coba perdana Senin (6/5) Radar Jogja ikut menumpang kereta api khusus bandara. Berangkat dari Stasiun Tugu pukul 10.51. sampai di Stasiun Wojo pukul 11.31. Sesampai di Stasiun Wojo, enam unit micro bus DAMRI telah menunggu. Bus berangkat pukul 11.41 dan sampai di YIA sepuluh menit kemudian.

I Gusti Agung Premananda, 23, menjadi satu-satunya penumpang kereta api khusus bandara yang akan terbang ke Jakarta via YIA. Dia berangkat dari Stasiun Tugu. Sengaja menjajal rute baru itu. “Bagus sekali keretanya. Jaraknya cukup jauh kalau dari Jogjakarta. Namun waktu tempuh efektif dan tidak mepet jam penerbangan,” ungkap pria asal Denpasar, Bali, itu. Dia terbang ke Jakarta dengan pesawat Citilink.

Agung juga menjadi satu-satunya penumpang DAMRI dari Stasiun Wojo ke YIA. Sebaliknya, dari YIA ke Wojo, DAMRI mengangkut tiga penumpang.

Ihwal masih sepinya penumpang, GM DAMRI Cabang Jogjakarta Rahmat Santoso menengarai karena jadwal penerbangan di YIA belum padat. ”Jadi penumpangnya belum banyak. Tapi pada intinya kami selalu menyiagakan transportasi penghubung (bandara, Red) di Stasiun Wojo,” katanya.

Rahmat menjamin keenam shuttle bus mampu menampung seluruh penumpang pesawat di YIA. Keberangkatan bus menyesuaikan jadwal penerbangan pesawat.

Tiket bus rute Wojo-YIA akan diintegrasikan dengan tiket pesawat. Hal ini sedang dibahas bersama PT AP I dan maskapai penerbangan.

DAMRI juga menyiagakan shuttle bus di Jogjakarta, Magelang, dan Kebumen. Khusus tujuan YIA, tiket digratiskan selama masa promosi hingga 12 Mei. Selanjutnya berlaku tarif normal Rp 10 ribu. (dwi/yog/rg)