KULONPROGO – Yogyakarta International Airport (YIA) akhirnya benar-benar beroperasi untuk penerbangan pesawat komersial sejak, Senin (6/5). Mundur seminggu dari jadwal semula, Senin (29/4).

Citilink menjadi pesawat komersial pertama yang mendarat di bandara di Temon, Kulonprogo, itu. Pesawat dengan kode penerbangan QG 132 itu terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta dengan mengangkut 96 penumpang.

Citilink terbang sesuai jadwal. Take off pukul 11.40 dan landing pukul 12.50. Menjadi pesawat komersial pertama yang mendarat di YIA, kedatangan Citilink disambut water salute. Dua mobil pemadam kebakaran yang terparkir di apron sisi selatan garbarata langsung menyemburkan air begitu badan pesawat melewati keduanya.

Pun demikian para penumpangnya. Begitu mereka menginjakkan kaki di terminal disambut penari kontemporer. Seluruh jajaran direksi PT Angkasa Pura (AP) I turut serta membagikan bingkisan dan bunga. Para penumpang juga mendapat pelayanan gratis untuk mengakses moda transportasi pendukung bandara.

MASIH GRES: Para penumpang Citilink mengantre mengambil baggage di terminal kedatangan YIA, Senin (6/5). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

“Para penumpang sudah mebayar full untuk penerbangan ini,” ucap Direktur Pelayanan dan Pemasaran PT AP I Devi W. Suradji di sela menyambut penumpang Citilink di terminal kedatangan YIA.

Selain Citilink, lanjut Devi, maskapai lain juga sedang berproses untuk rute baru dari YIA. Salah satunya Batik Air. Dengan rute penerbangan YIA-Palangkaraya, YIA-Samarinda, YIA-Denpasar, dan YIA-Cengkareng (Jakarta). “Pengaturan slot masih didiskusikan. Karena slot Cengkareng dan Denpasar cukup padat. Semoga Jumat (10/5) sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Lantas bagaimana dengan penerbangan internasional? Devi menyatakan masih proses negosiasi. Sebab, sejak awal maskapai penerbangan internasional membutuhkan waktu minimal 8 pekan untuk mengurus slot penerbangan di negara masing-masing.

Seperti diketahui, sejauh ini ada dua maskapai penerbangan eksisting di Jogjakarta, yakni SilkAir (Singapura) dan AirAsia (Malaysia). Kedua maskapai ini sudah mengikuti pertemuan membahas hazard identification risk assessment (HIRA) di YIA akhir April 2019 lalu. “Mudah-mudahan untuk rute internasional tiga bulan ke depan ready,” ucapnya.

Menyambut Lebaran tahun ini YIA juga melayani penerbangan tambahan (ekstra flight). Seluruh jadwal pesawat ekstra flight yang selama ini beroperasi di Bandara Adisutjipto akan dialihkan ke YIA. “Tahun lalu ada 32 rute penerbangan. Tahun ini diharapkan bisa sama banyaknya. YIA tentu sangat siap,” katanya.

Juru Bicara Pembangunan YIA Agus Pandu Purnama menambahkan, penerbangan di YIA tidak akan merubah rute yang ada di Adisutjipto. YIA akan lebih fokus menyasar konsumen dan penumpang wilayah Jawa Tengah bagian selatan dan DIJ sisi barat. “Ke depan pastinya akan ada sharing dengan segmentasi pasar yang berbeda tentunya,” kata Pandu yang juga menjabat Plt general manager YIA.

Wahyu Wijonarko, penumpang Citilink QG 132, mengungkapkan pengalamannya mendarat perdana di YIA. Warga Sleman itu terbang bersama tiga anaknya. Mereka sengaja ingin mencoba penerbangan dari Halim Perdana Kusuma-YIA. “Tiket saya beli online, kebetulan saya browsing yang muncul YIA. Harganya Rp 1.980.000 per orang,” katanya.

“Soal kesan, saya pernah ke Bandara Changi, Singapura, saat turun pesawat mirip di sini. Landasannya halus. Ada guncangan tapi tidak seberapa, bagus runway-nya,” tambah Wahyu.

Penumpang lain, Hana Hanifa, warga Jakarta yang hendak bertolak dari YIA ke Halim mengatakan hal senada. Dia berangkat bersama ibunya, Arina Novitasari. Awalnya dia mendapat tiket penerbangan dari Bandara Adisutjipto. Tapi kemudian ditelepon pihak maskapai untuk dipindah ke YIA.

“Ini pengalaman pertama. Bandaranya luas sekali, ya standar internasional banget. Cuma karena belum jadi semua, sehingga masih membingungkan,” kata Hana. “Saya dari Jogja untuk tahu lokasi YIA masih bingung karena diantar mobil pribadi,” lanjutnya. Adapun penerbangan perdana dari YIA ke Halim Perdanakusuma kemarin, Citilink hanya mengangkut 52 penumpang. (tom/yog/rg)