MAGELANG – Hari pertama bulan Ramadan 1440 Hijriah  ditemukan empat aparat sipil negara (ASN) yang datang terlambat ke kantor. Padahal, sesuai Surat Edaran (SE) Wali Kota Magelang Nomor 850/355/430 tertanggal 3 Mei 2019, jam kerja diubah menjadi lebih mundur dari biasanya, mulai pukul 08.00. Temuan ini hasil sidak Wali Kota Sigit Widyonindito ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Senin (6/5).

Dalam kegiatan itu, Sigit dan rombongan sengaja datang 10 menit lebih awal dari jam masuk kerja, ke kantor yang berada di Jalan A Yani Nomor 319 itu. Sebagian besar pegawai sudah berada di kantor. Tetapi hingga waktu menunjukkan pukul 08.00, ada empat pegawai yang belum tiba di kantor, berdasarkan absensi dari Tim Inspektorat.

“Saya datang ke sini tidak direncanakan, Tapi sudah biasa saya lakukan. Tidak lain untuk memastikan para pegawai disiplin,” kata Sigit. Terhadap temuan itu, Sigit meminta empat orang yang masih datang terlambat untuk tidak mengulangi lagi pada hari berikutnya.

Begitu juga dengan pegawai lainnya. Sebab sebagai aparat sipil negara (ASN) sudah seharusnya menunaikan kewajiban untuk melayani masyarakat dan membantu pimpinan mewujudkan visi dan misinya.

“Disiplin itu dari hati, tidak hanya formalitas. Kalau jam 11 pulang itu bukan enterpreneur membantu pimpinan dalam mengelola pemerintah ikut berupaya bagaimana kemiskinan turun, menekan pengangguran, membuat kota bersih dan sebagainya,” tuturnya.

Saat di Disnaker, Sigit berkesempatan memimpin apel pagi yang dilanjutkan dengan pembinaan. Dia menjelaskan, Disnaker memiliki tugas tidak ringan. Instansi ini harus dapat memetakan angka pengangguran, kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Termasuk mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK),” ujarnya.

Saat sidak, Sigit didampingi Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aris Wicaksono, Inspektur Sumartono dan lainnya. Terhadap pelanggaran tersebut, pihak inspektorat menyerahkah pembinaannya kepada atasannya langsung. Mengingat empat ASN itu hanya terlambat apel, tetapi saat pembinaan di Aula Disnaker oleh wali kota sudah bisa mengikuti.

“Yang bersangkutan hanya terlambat tidak ikut apel. Tapi saat pembinaan di aula yang bersangkutan sudah. Pembinaan empat ASN tersebut diserahkan kepada atasan langsungnya,” jelas Sumartono.

Sementara itu, Kepala Disnaker Pemkot Magelang Gunadi Wirawan mengaku bangga kantornya dikunjungi oleh orang nomor satu di Kota Magelang itu. Sidak  merupakan wujud perhatian pimpinan kepada bawahannya, sekaligus motivasi agar para pegawai Disnaker lebih giat bekerja.

“Kami bangga dan berterimakasih, karena ini sama dengan wujud perhatian Bapak Wali Kota kepada kami. Sehingga kami lebih termotivasi untuk giat bekerja dan tentu meningkatkan disiplin,” tandas Gunadi. (dem/laz/er)