MAGELANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang meminta kepada masing-masing sekolah mengisi bulan suci Ramadan ini dengan  berbagai kegiatan keagamaan. Yakni kegiatan  yang diarahkan kepada peningkatan aklak mulia, pendalaman, pemahaman dan amaliah agama. Termasuk kegiatan ekstrakurikuler lainya yang bernuansa moral.

Kepala Disdikbud Pemkot Magelang Taufik Nurbakin mengatakan, selama  Ramadan, semua kegiatan peserta didik  yang mengarah ke kegiatan peningkatan aklak seperti pesantren kilat,  latihan dakwah, pengumpulan zakat dan lainnya.”Sedangkan bagi siswa non muslim juga diarahkan dengan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinannya,” tandas Taufik.

Dia juga mengatakan, kegiatan belajar mengajar sekolah-sekolah  terutama tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) untuk sedikit berubah. Terutama pada sisi jam masuk dan jumlah menit tiap jam pelajaran.“Untuk tingkat SD satu jam pelajaran dikurangi lima menit  dari 35 menit  menjadi 30 menit. Sedangkan untuk tingkat SMP dari semula satu jam  pelajaran 40 menit menjadi 35 menit,” jelasnya.

Selain  pengurangan waktu jam pelajaran, lanjut Taufik, setiap harinya jam masuk sekolah juga berubah. Yakni dimundurkan pelaksanaannya sekitar 30 menit dibandingkan hari-hari biasa. Jika hari normal biasa masuk pada pukul 07.00, khusus Ramadan berubah menjadi 07.30. “Perubahan dua hal ini, agar siswa yang menjalankan puasa bisa lebih khusyuk. Kami juga imbau kepada masing-masing sekolah untuk mengurangi kegiatan yang bersifat fisik seperti olahraga atau kerja bakti,” kata mantan Kabag Pembangunan ini.

Jam operasional para pegawai di lingkungan Pemkot Magelang juga berubah. Menurut Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Pemkot Magelang Aris Wicaksono, jumlah jam kerja bagi instansi atau OPD yang melaksanakan lima maupun enam hari kerja selama bulan Ramadan adalah 32,5 jam per minggu.

Dijelaskan, perubahan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Magelang Nomor 850/355/430 tertanggal 3 Mei 2019. Dalam SE tersebut dirincikan untuk pemberlakuan lina hari kerja, yakni Senin-Rabu mulai jam 08.00-15.30 WIB, Kamis mulai 08.00-15.00 WIB dan Jumat mulai 08.00-11.00 WIB. Sedangkan untuk pemberlakuan enam hari kerja, yakni Senin-Kamis mulai jam 08.00-14.00 WIB, Jumat 08.00-11.00 WIB dan Sabtu 08.00-13.30 WIB. “Tetapi intinya, jam kerja masuk mundur jadi pukul 08.00,” tuturnya.

Menurut Aris, ketentuan ini berlaku untuk semua instansi kecuali instansi jasa pelayanan publik seperti rumah sakit, Puskesmas dan UPT Pemadam Kebakaran. Di instansi ini pegawai atau karyawan tetap melaksanakan tugas seperti hari biasanya. Tetapi kelebihan jam kerja mereka akan diganti menjadi hari libur di luar Ramadan. “Bagi pegawai kantor jasa pelayanan publik, kelebihan jam kerja di bulan Ramadan akan diganti jadi hari libur di luar atau setelah Ramadan. Tapi bukan termasuk cuti,” jelasnya. (dem/din/fj)