PURWOREJO – Motif pembunuhan terhadap Siti Sarah Apriyani, 32, dan Edang Susilowati, 50, warga Desa Panggel Dlagu, Butuh, Kabupaten Purworejo, terungkap. Pelaku Gunardi, 36, telah melakukan perencanaan pembunuhan itu dan pemicunya rasa sakit hati.

“Pelaku tidak rela digugat cerai istrinya itu. Dia merasa sakit hati,”  ungkap Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangungsong saat membawa pelaku pembunuhan terhadap istri dan ibu mertua di hadapan wartawan, Senin (6/5).

Dijelaskan Indra, pasangan suami istri ini sudah cukup lama tidak harmonis. Keduanya yang bekerja sebagai PNS dengan kementerian yang berbeda di Jakarta itu, selama mengarungi rumah tangga telah dikaruaniai dua anak. Satu anak di antaranya jadi korban kekerasan Gunardi.

“Puncak ketidakharmonisan keluarga itu berujung pada gugatan cerai dari sanbg istri sekitar lima bulan silam,” kata Kapolres. Adapun alasan gugatan cerai itu karena Gunardi terlalu ringan tangan. Ia memiliki temperamen keras dan suka marah-marah.

Sebelum terjadi aksi pembantaian di rumah mertuanya itu, pelaku sebenarnya telah mengirimkan pesan WhatsApp yang berisikan ancaman. Pelaku datang dari Jakarta langsung menuju rumah yang didiami korban dan orang tuanya.

“Tersangka masuk lewat jendela dan terjadi pertengkaran. Pelaku tidak bisa mengendalikan diri dan memukul korban dengan sepotong kayu yang telah dibawanya,”  tambah perwira menengah dengan dua melati di pundak ini.

Kayu yang digunakan untuk membunuh diperoleh pelaku dari sekitar tempat tinggal Siti Sarah Apriyani. Selain membawa potongan kayu, pelaku sebenarnya juga membawa sebilah sangkur, golok dan pisau dapur yang ditempatkan di tas kecil yang dibawa. (udi/laz/zl)