GUNUNGKIDUL – Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul memastikan stok pupuk subsidi untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Bumi Handayani aman. Pupuk ini untuk mengantisipasi musim tanam palawija sebagian memasuki musim panen. Sementara tanaman padi di antaranya berusia lebih dari dua bulan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan (Kabid) Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, distributor (F5) dan laporan untuk distributor mengenai penyaluran pupuk ke para petani oleh kios-kios resmi (F6) aman.

Laporan F 5 pada Maret, untuk jenis urea dari 1056,00 ton terealisasi 11, 64 persen, SP 36  dari stok 167,5 ton realisasi 18,91 persen, ZA dari 142,00 ton terealisasi 18,91  persen dan organik 51,00 ton realisasi 5,66 persen.

Kemudian laporan F6 pada bulan yang sama ketersediaan pupuk urea 1.038,30 ton realisasi 11,45 persen. SP 37 sebanyak 200,96 ton terealisasi 22,68 persen, ZA stok 132,45 ton terealisasi 8,18 persen. NPK, stok 944, 95 ton realisasi baru 17, 24 persen, dan organic 77,92 ton realisasi 8,65 persen. “Jadi masih sangat mencukupi stoknya dan distributor juga siap stok,” kata Raharjo Yuwono, Senin (6/5).

Dikatakan, umur padi panen berusia 115 hari. Tanam Febuari panen akhir Mei, tanam Maret panen Juni, tanam April panen Juli. Total padi existing ada yang tanam Febuari 20 hektare, tanam Maret 2474 hektarer, dan tanam April ada 6069 hektare. “Jadi, total pertanaman padi yang ada di musim tanam ke 2 ada 8573 hektare terdiri dari padi sawah dan padi lahan kering. Panen sekarang kedele, nanti disusul kacang tanah baru panen padi,” terangnya.

Seorang petani warga Kecamatan Patuk Sunoto mengatakan, batang padi sudah mencapai ketinggian lutut orang dewasa. Ketersediaan pupuk tidak jadi masalah, namun problemnya sekarang adalah kurangnya sumber air. “Lahan pertanian sebagian mengering, dan ditumbuhi rumput liar. Kami hanya menunggu hujan karena lokasi petak ladang jauh dari sungai,” kata Sunoto. (gun/din/er)