GUNUNGKIDUL – Masyarakat di daerah rawan bencana kekeringan di Gunungkidul diminta segera mengajukan bantuan droping air bersih ke pemkab. Surat permintaan itu disampaikan lewat pemerintah kecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, saat ini memasuki musim pancaroba. Masih turun hujan, namun tidak merata dengan intensitas hujan deras dan ringan.

“Silakan bagi masyarakat yang sudah mengalami kekurangan air bersih untuk mengajukan bantuan air kepada kami, melakukan droping air bersih,” kata Edy Basuki saat dihubungi Senin (6/5).

Namun demikian, hingga kini belum ada masyarakat mengajukan bantuan air bersih ke BPBD. Berdasarkan data persebaran kekeringan tahun-tahun sebelumnya, wilayah rawan terdiri atas Kecamatan Tepus, Rongkop, Girisubo, dan Kecamatan Semin.

“Wilayah itu merupakan langganan kekeringan saat musim kemarau,” ungkapnya. Waktu itu, dalam melakukan droping air bersih, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan PDAM Tirta Handayani, serta pihak ketiga.

Bantuan pihak swasta diharapkan koordinasi dengan BPBD terlebih dahulu agar tepat sasaran. “Data kami wilayah terdampak berada di 54 desa tersebar di 11 kecamatan. Peta masyarakat terdampak meningkat dari 96.523 jiwa menjadi 116.216 jiwa. Itu data di 2018,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Girijati, Kecamatan Purwosari, Karsono mengatakan, sampai dengan saat ini warganya belum terdampak kekeringan. Terbukti, hingga sekarang belum ada laporan dari masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Dari pemerintah desa tentu memafasilitasi jika nanti ada warga menginginkan bantuan droping air bersih dari pemerintah,” kata Karsono. (gun/laz/er)