MAGELANG – Karena bersifat preemtif, pelaksanaan Operasi Keselamatan Lalu Lintas tahun 2019 yang dilakukan Polres Magelang Kota didominasi tindakan teguran. Petugas tidak banyak mengeluarkan bukti pelanggaran (tilang). Surat-surat yang tidak lengkap mendominasi pelanggaran pengendara dalam operasi ini.

“Operasi sudah digelar sejak 29 April dan berlangsung sampai 12 Mei mendatang. Hasilnya sampai Senin (6/5) lalu sebanyak 193 pelanggaran yang dikenai tilang dan 783 yang dikenai teguran,” kata Kasatlantas Polres Magelang Kota AKP Marwanto kemarin.

Dijelaskan, operasi ini dilaksanakan selepas proses pemungutan suara serentak. Tujuannya menekan angka pelanggaran lalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan.

“Dalam operasi ini, kami utamakan tindakan preemtif. Preemtif ini untuk menghadapi faktor-faktor yang berpotensi munculnya pelanggaran, seperti imbauan dan pendekatan. Tugasnya diiemban Sat Binmas dengan salah satunya program penyuluhan,” tuturnya.

Menurutnya,  tindakan berikutnya yang dilakukan adalah preventif berupa patroli baik skala kecil maupun besar. Tindakan ketiga adalah represif, yakni untuk menegakkan hukum, seperti tilang yang dilakukan Satlantas, dan lainnya.

“Dua tindakan ini prosinya masing-masing hanya 20 persen. Selebihnya tindakan preemtif dengan pendekatan ke masyarakat agar mematuhi peraturan dan tata tertib lalu lintas serta keselamatan berkendara,” ujarnya.

Untuk kejadian, hanya satu kecelakaan lalu lintas dengan kerugian dua orang luka ringan dan kerugian materi Rp 100 ribu. Dari jumlah pelanggaran yang ditilang, paling banyak melanggar kelengkapan surat-surat, seperti SIM dan STNK.

“Pelanggaran lain seperti standar kendaraan relatif kecil memang masih ada. Pelanggar dari kalangan pelajar juga sedikit. Hal ini bisa menandakan penggunaan kendaraan tidak standar sudah sedikit dan pelajar banyak yang sadar Keselamatan berkendara,” katanya. (dem/laz/by)