JOGJA – Beberapa dekade lalu kampung Jlagran di kelurahan Pringgokusuman Gedongtengen Jogja dikenal sebagai ‘kampung merah’, karena banyak preman dari sana. Tapi sekarang kampung Jlagran berubah.

Salah satu buktinya dengan menjadi nominasi kampung terbaik dalam perlombaan Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Kesejahteraan Keluarga tahun 2019 yang diadakan BKKBN Pusat. Selain itu juga mendeklarasikan sebagai kampung bebas asap rokok, kampung ramah anak, orangtua sahabat anak, hingga kampung hijau. Yang unik, untuk mengingatkan gerakan KB, gang-gang di RW 01 ini dinamai dengan istilah dalam KB. Mulai dari Gang Suntik, Gang IUD, Gang Pil hingga Gang Implant

“Masyarakat berubah karena kehendak sendiri dan ini sangat menarik karena pasti dampaknya jauh lebih positif ketika warga yang berinisiatif,” ungkap Penggerak PKK Kota Jogja Tri Kirana Muslidatun saat menyambut tim verifikasi dari BKKBN pusat, Selasa (7/5).

Diakui isteri Wali Kota Jogja itu, sinergi dan kemauan wargalah yang membuat kampung Jlagran berubah. Dia pun tak mau menutup-nutupi sejarah kampung sebelumnya. “Dulu jlagran itu kampung preman yang dekat dengan miras, narkoba, judi bahkan prostitusi tapi sekarang sudah berubah,” tegasnya.

Menurut ibu dua puteri itu, saat ini kepala keluarga di Jlagran sudah peduli dengan tumbuh kembang anak. Peduli kebersihan. Bahkan tidak merokok lagi di kawasan yang dekat anak juga ibu hamil. “Gerakan masyarakat yang bersinergi dengan penataan infrastruktur menjadi kunci,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Pusat Pelatihan dan Kerjasama Internasional sekaligus Pelaksana Tugas Pusat Pelatihan BKKBN Pusat, Hermansyah yang memimpin tim verifikasi mengaku kaget dengan predikat Jlagran sebagai Kampung Preman. Dia mengaku tak melihat kesan garang atau sangar saat menjelajahi RW 01 Jlagran. “Tak lagi terlihat sekarang karena warga sendiri yang bergerak ingin berubah maju,” ungkapnya. (pra/zl)