SLEMAN – Harga bawang putih seolah sangat sulit untuk turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Seperti harapan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Padahal operasi pasar bawang putih telah digelar di Pasar Beringharjo Jogja beberapa waktu lalu. Namun, hingga memasuki hari kedua Ramadan harga bawang putih tetap tinggi. Di Pasar Sleman, misalnya. Bawang putih kating dibanderol hingga Rp 52 ribu per kilogram. Bahkan beberapa hari lalu sempat tembus Rp 60 ribu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani tak menampik kondisi pasar bawang putih saat ini. Bahkan menurutnya terus merangkak naik. Rata-rata harga bawang putih kating di Sleman mencapai Rp 62.500 per kilogram. “Dibanding bulan puasa tahun lalu tidak sampai segitu,” katanya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan naiknya harga bawang putih. Salah satunya masalah panen. Cuaca yang tidak menentu mengakibatkan banyak petani gagal panen. Stok pun menipis. “Kami tahu penyakitnya tapi nggak punya obatnya,” ujar Endah.

Endah mengatakan, operasi pasar (OP) seharusnya bisa menjadi solusi untuk menekan harga bawang putih. Hanya, di Sleman tidak ada OP. Semua dipusatkan di Pasar Beringharjo. “Sebenarnya kami sudah mengajukan OP di empat pasar. Tapi kebijakan berubah dan semua dipusatkan di Beringharjo,” sesalnya.

Demi menjalankan kebijakan itu, dinas hanya bisa menginfokan kepada para pedagang agar ikut OP di Beringharjo.

Endah juga telah mengajukan jatah impor bawang putih untuk Sleman. Tapi gagal lagi. Padahal informasi awal yang diterimanya, bawang putih impor akan dibagi per kabupaten. “Tapi kebijakan berubah juga dan dipusatkan di Beringharjo lagi,” bebernya.

Ternyata tak semua pedagang ikut OP di Beringharjo. Adanya pembatasan kuota dan jarak tempuh menjadi alasan tersendiri. Sebagian pedagang bumbu dapur di Sleman pun pilih membeli dari pedagang lain secara eceran.

Pujiyanti, 60, pedagang di Pasar Sleman, mengungkapkan, kenaikan harga bawang saat Ramadan memang selalu terjadi. Seiring tingginya permintaan konsumen. Tapi tetap saja kondisi harga bawang putih saat ini jauh dari perkiraan para pedagang. “Biasanya juga sudah tinggi. Tapi di kisaran Rp 41 ribu-Rp 42 ribu per kilonya,” ungkap Parjiyanti, 60, pedagang bumbu dapur, Selasa (7/5). “Sekarang lagi turun, tapi kemungkinan bakal naik lagi, begitu terus,” tambahnya.

Tingginya harga bawang putih ditengarai akibat jejaring pemasoknya. Pedagang pasar tak langsung mendapat stok dari petani maupun distributor bawang putih impor. Mereka mendapat pasokan justru dari para pengecer. Hal itu pula yang mengakibatkan harga jual bawang putih berbeda-beda antarsesama pedagang. “Saya sempat jual Rp 70 ribu per kilogram. Saat ini di kisaran Rp 60 ribu sampai Rp 62 ribu,” ungkap Susiwati, pedagang bawang putih lainnya. Dengan harga jual itu pun Susiwati mengaku hanya mendapat untung seribu rupiah.

Terpisah, Kepala Bidang Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Edi Sri Harmanto menjelaskan, kondisi geografis di wilayah Sleman tidak cocok untuk ditanami bawang putih. Pasokan bawang putih biasanya diambil dari Wonosobo, Muntilan, Boyolali, dan daerah lain di Jawa Timur. “Menanam bawang putih kan harus di ketinggian tertentu. Biasanya seribu meter (di atas permukaan laut, Red),” tuturnya.

Di Gunungkidul, harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional juga belum menunjukkan tanda-tanda bakal turun. Sejak dua pekan lalu masih di atas Rp 50 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Gunungkidul Johan Eko Sudarto mengaku masih menunggu rencana operasi pasar dari Pemprov DIJ. Dia mendengar informasi DIJ bakal mendapat jatah 30 ton bawang putih impor untuk OP di beberapa pasar rakyat di seluruh kabupaten/kota di Jogjakarta.

Selain bawang putih, komoditas lain cenderung stabil. Beras IR masih di kisaran Rp 11.250 per kilogram. IR 2 Rp 9.600/kg. Lalu gula pasir lokal Rp 11 ribu/kg. Daging sapi murni Rp 120 ribu/kg, ayam potong Rp 33 ribu/kg, dan ayam kampung Rp 70 ribu/kg. Sedangkan cabai merah keriting Rp 20 ribu/kg, cabai merah biasa Rp 19 ribu/kg, cabai rawit hijau Rp 20 ribu/kg, dan cabai rawit merah Rp 28 ribu/kg. (har/gun/yog/fj)