GUNUNGKIDUL – Lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Jalan Jogja-Wonosari, tepatnya di kawasan Hutan Tleseh, Gading, Playen hingga wilayah Kecamatan Patuk tergolong minim. Dampaknya, jalan nasional menuju Pacitan, Jawa Timur, itu rawan kecelakaan lalu lintas dan kejahatan jalanan.

Edy Basuki, seorang warga Desa Gading, Playen mengatakan, gelapnya jalan nasional itu akibat banyak LPJU yang rusak. Namun, kerusakan itu hingga sekarang belum kunjung diperbaiki. Itu terlihat dengan banyaknya tiang LPJU yang berdiri.

”Sudah tiga bulanan ini rusak. Saya hampir tiap hari lewat,” jelas Edy Senin (6/5).

Menurutnya, medan Jalan Jogja-Wonosari cukup terjal. Banyak tanjakan, turunan, dan tikungan tajam. Nah, kondisi itu kian mengkhawatirkan dengan banyaknya LPJU yang rusak.

Dari itu, Edy berharap segera ada perbaikan. Apalagi, tiga pekan ke depan Jalan Jogja-Wonosari bakal dilintasi pemudik.

”Mereka pasti tidak menguasi dengan medan jalan,” ingatnya.

”Dulu, pernah ada kasus pelecehan seksual di jalur tersebut pada malam hari,” lanjutnya.

Kepala Bidang LPJU Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul Elly Siswanto mengatakan, pemeliharan maupun perbaikan di jalan nasional merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan. Tepatnya Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di Semarang, Jawa Tengah.

”Kami hanya berwenang memperbaiki LPJU di jalan kabupaten,” katanya.

Meski demikian, Elly menegaskan, dishub tidak lepas tangan. Dishub telah melaporkan kerusakan LPJU kepada pihak terkait. Jadi, tinggal menunggu penanganan.

”Kami dalam minggu ini koordinasi dengan BPTD dan Dishub DIJ terkait pemeliharaan LPJU yang mati, sehingga menjelang lebaran sudah berfungsi,” katanya. (gun/zam/zl)