SLEMAN – Palang pintu perlintasan kereta api (KA) sangat vital. Menjaga agar saat kereta api melintas, tidak ada kendaraan melintas. Sehingga perjalanan KA aman.

Namun, kedisiplinan masyarakat kurang. Apalagi saat palang pintu perlintasan KA akan ditutup. Masih banyak yang nekat menerobos.

Kejadian Selasa (7/5), di perlintasan KA dekat Stasiun Patukan, Ambarketawang, Gamping. Palang pintu perlintasan KA patah ditabrak mobil boks yang nekat melintas saat palang pintu hendak diturunkan.

“Hal itu sangat berbahaya. Yang merusak harus bertanggung jawab,” tegas Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) VI, Eko Budiyanto, Selasa (7/5).

Dia meminta masyarakat bersabar ketika palang pintu diturunkan. Walaupun jarak KA masih jauh, hendaknya pengendara berhenti dan mendahulukan KA.

“Mendahulukan KA itu diatur dalam UU 23/2007 tentang Perkeretaapian,” jelas Eko.

Bahkan kalau ada kasus, misalnya truk menabrak KA, dan kereta terguling maka keluarga sopir truk bisa dituntut. β€˜β€™Itu di UU ada,’’ ingat Eko.

Di Jogjakarta, ada banyak lokasi rawan kecelakaan KA. Mayoritas pada perlintasan sebidang. Baik yang dijaga petugas maupun yang tidak dijaga petugas.

Banyak kasus kecelakaan terjadi pada perlintasan sebidang. “Dijaga oleh petugas kadang masih curi-curi untuk melintas. Apalagi yang tidak dijaga. Saya minta agar pengendara taat aturan,” pinta Eko.

Selain pada perlintasan sebidang, saat ini juga sudah banyak double track. Hal ini juga sering menimbulkan kecelakaan.

“Sebab di perlintasan ganda itu, masyarakat hanya fokus di satu sisi perlintasan. Padahal bisa dimungkinkan sisi lain juga ada kereta,” ujar Eko.

Terpisah, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Sulton Fatoni mengatakan, untuk mencegah kecelakaan pada perlintasan sebidang bisa dengan menutup permanen atau memperbanyak rambu. “Saat ini di Sleman ada 27 perlintasan KA. Empat perlintasan tidak ada palang pintunya,” kata Sulton.

Rata-rata perlintasan sebidang itu, kata Sulton, ada di Prambanan, Berbah, Kalasan, dan Gamping. Pihaknya juga telah melakukan survei pada tiap-tiap perlintasan sebidang itu.

Hasilnya, ada beberapa rekomendasi. Di antaranya dengan menutup perlintasan untuk digabung dengan membangun underpass. Selain itu, bisa dengan mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif.

“Tapi itu perlu sosialisasi. Yang jelas, saya minta masyarakat waspada saat melintas di perlintasan KA,” kata Sulton. (har/iwa/rg)