MAGELANG – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan 1440 H ini, Pemkot Magelang melaksanakan tarawih keliling (tarling). Kegiatan tersebut telah dimulai pada hari kedua puasa, ditandai dengan buka bersama, di Pendopo Pengabdian Rumah Dinas Wali Kota Magelang, Selasa malam (6/5).

Setelah dibuka di Pendopo Pengabdian, selanjutnya tarling dilaksanakan di Masjid Isnain Al Hidayah Kampung Dumpoh, Potrobangsan, Magelang Utara, Rabu malam (7/5). Safari Ramadhan 2019 akan diakhiri di Masjid Al Falah RT 04 RW 018 Kelurahan Rejowinangun Utara, Selasa (28/5) mendatang. Selain itu juga akan diselingi dengan peringatan Nuzulul Quran di Masjid Agung Kauman, Rabu (22/5).

Menurut Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Magelang, Hadi Sutopo, setiap masjid yang digunakan untuk ibadah tarawih akan menerima bantuan. Yakni berupa uang tunai, peralatan salat, Alquran, perlengkapan masjid dan lainnya. Bantuan tersebut merupakan sumbangan dari berbagai pihak, seperti Baznas, BPR Bank Magelang, Bank Jateng, Bank Jateng Syariah, dan BPR BKK Kota Magelang.“Bantuan tersebut berupa paket. Semua sudah termasuk di dalamnya,” kata Hadi Sutopo.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan Ramadan dengan melakukan kegiatan yang baik dan bermanfaat. Terutama memerangi hawa nafsu dan menghindari ucapan-ucapan bohong. Menurutnya, puasa tidak sekadar menahan makan dan minum. Tetapi juga mengendalikan hawa nafsu. Ucapan-ucapan bohong, dholim, bisa membatalkan puasa.”Kita diberi kesempatan sebulan ini, mudah-mudahan bisa memerangi hal-hal seperti itu,” tuturnya.

Menurut Sigit, ucapan bohong atau biasa disebut hoaks belakangan marak beredar di tengah masyarakat. Baik melalui media elektronik maupun media sosial. Hal itu sangat berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan. Karena itu dia meminta masyarakat untuk tetap menjaga silaturahmi.

Sigit juga mengajak masyarakat untuk berfikir cerdas, salah satunya dengan tidak melakukan hal-hal yang melanggar undang-undang. Terutama ketika memberikan kritik dan saran kepada pemimpin yang terpilih pada Pemilu 2019. “Saya ajak rakyat berfikir cerdas. Kalau pemimpin yang terpilih nanti tidak sesuai on the track tidak, visi misi yang disampaikan waktu kampanye tidak sesuai, ya wajib diingatkan. Sampaikan dengan baik baik. Supaya kita menjadi teladan,” harap Sigit.

Dalam kegiatan tersebut, dihadirkan petugas kebersihan untuk ikut berbuka bersama. Siraman rohani diberikan dari tokoh agama Kota Magelang Mansur Siraj. (dem/din/by)