KULONPROGO – Sesuai prediksi, fluktuasi harga di pasar tradisional terjadi awal puasa dan jelang lebaran saja. Sejumlah komoditas harganya kembali normal dan turun. Salah satunya bawang putih, sempat naik Rp 54 ribu per kilogram, kemarin Rp 43 ribu per kilogram.

“Trennya seperti itu. Begitu masuk puasa, harga kembali turun. Nanti naik lagi menjelang lebaran,” kata pedagang Pasar Wates, Tantri, Kamis (9/5).

Dijelaskan, penurunan harga terjadi dua hari terakhir. Menjelang puasa hingga hari pertama puasa, harga bawang naik mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Kemarin sudah turun lagi.

“Kalau stok bawang masih aman. Mudah didapat,” jelas Tantri.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIJ menggelar pasar murah yang dipusatkan di halaman depan Pasar Wates kemarin. Sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga miring. Gula pasir Rp 11 ribu per kg, telur Rp 22.500 per kg. Minyak goreng Rp 22 ribu per liter, beras IR 64 Rp8.500 per kg.

“Bawang putih kebetulan pas habis. Kami jual dengan harga Rp 40 ribu per kg,” kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan, DPKP DIJ, Bambang Dwi Wicaksono.

Dijelaskan, pasar murah akan digelar hingga pertengahan bulan Mei. Pasar murah terselenggara atas kerjasama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di seluruh DIJ. Untuk menormalkan harga di pasar.

“Mudah-mudahan harga bisa normal. Termasuk untuk bawang putih, kami akan coba tekan sampai Rp 40 ribu per kg,” ujar Bambang.

Nur Suwandari, warga Wates, mengungkapkan, masuk bulan puasa harga stabil. Kebutuhan pokok mudah didapat dengan harga normal. Lonjakan harga biasanya menjelang lebaran.

“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya juga begitu,” ungkap Suwandari. (tom/iwa/zl)