SLEMAN – Sebagai tindak lanjut Peraturan Bupati (Perbup) 26/2013 tentang Penyelenggaraan Usaha Hiburan Umum, Rumah Makan, Restoran dan Hotel pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman melakukan monitoring pada Rabu malam (8/5). Hal itu untuk memastikan tempat hiburan umum tidak beroperasi hingga H+6 Ramadan.

Dalam penindakan itu, Satpol PP Sleman mengamankan 262 botol minuman beralkohol (mihol). Berdasarkan golongannya, 260 botol mihol termasuk dalam golongan A, satu botol mihol golongan B dan satu botol mihol golongan C.

“Seluruh mihol itu kami amankan dari salah satu cafe yang terletak di dalam hotel daerah Ngaglik,” kata Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Sleman, Dedi Widianto, Kamis (9/5).

Saat petugas gabungan dari Satpol PP, Polisi, dan Dinas Pariwisata Sleman melakukan monitoring, di tempat tersebut ternyata tetap beroperasi. Yaitu dengan menerima tamu atau pengunjung, dan menyediakan serta menjual mihol.

Padahal, dalam ketentuan di Perbup 26/2013 Pasal 1 huruf d, selama Bulan Ramadan tidak boleh menyediakan minuman keras atau beralkohol. Apalagi menjualnya dan diminum di tempat.

“Sehingga, kami kenakan Perda Kabupaten Sleman 8/2007 tentang Pelarangan Pengedaran, Penjualan dan Penggunaan Minuman Beralkohol, dan Jumat (10/5) akan menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring),” jelas Dedi.

Lebih lanjut, dalam monitoring tersebut, pihaknya fokus pada tiga lokasi. Yaitu di Kecamatan Ngaglik, Depok dan Mlati. Sesuai aturan yang ada dalam Perbup, tempat hiburan misalnya cafe, bar, atau tempat karaoke tidak boleh beroperasi sampai hari keenam bulan Ramadan.

“Secara umum, sejauh ini tempat-tempat hiburan malam di wilayah Sleman sudah cukup mematuhi ketentuan. Mereka sementara tutup di hari keempat ini,” ungkap Dedi.

Monitoring ini, kata Dedi, akan dilakukan terus menerus hingga akhir Ramadan. Sehingga suasana kondusif Ramadan bisa terjaga.

“Jadi setelah H+6 ini, kami tetap melakukan monitoring, untuk mengantisipasi adanya pelanggaran,” tegas Dedi.

Sebelumnya, Kepala Urusan Pembinaan Operasional, Polres Sleman, Iptu Bowo Susilo mengatakan, angka kriminalitas di Sleman tinggi. Termasuk kasus penyalahgunaan narkoba dan mihol.

Dalam upaya Cipta Kondisi Ramadan, pihaknya akan melakukan operasi gabungan untuk menindak pelanggaran mihol dan prostitusi. “Operasi miras pabrikan akan mendasarkan Perda. Dan oplosan kami tindak dengan UU Kesehatan,” jelas Bowo.

Sesuai Perbup 26/2013, jam operasional untuk usaha hiburan umum seperti cafe, karaoke, dan usaha lain yang sejenis dimulai pukul 21.00-24.00. Selanjutnya untuk usaha game net, game station, game centre, dan usaha lain sejenis dimulai pukul 09.00-17.00 untuk siang hari dan pukul 21.00-24.00 untuk malam hari. Sedangkan untuk salon, spa, panti pijat dan usaha lain sejenisnya dimulai pukul 09.00-17.00. (har/iwa/zl)