JOGJA – Ada angin segar bagi pedagang yang memborong bawang putih impor busuk. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIJ berupaya menekan kerugian para pedagang. Caranya dengan memintakan ganti kepada distributor.

”Pedagang yang punya barang rusak harap melapor kepada kami. Nanti akan kami laporkan ke distributor biar diganti,” jelas Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIJ Yanto Aprianto di kantornya, Kamis (9/5).

Yanto mengaku hingga kemarin belum menerima aduan maupun laporan perihal bawang putih impor jenis sinco yang busuk. Kendati begitu, Yanto menengarai bawang putih yang telah membusuk itu merupakan stok lama di gudang distributor. Alias bukan komoditas yang baru diimpor. Jadi, disperindag membutuhkan data perihal berapa pedagang yang telah memborong bawang putih busuk.

”Kalau sudah ada laporannya, kan langsung kami urus waktu,” tuturnya.

Seperti diberitakan, beberapa pedagang di Pasar Beringharjo mengeluhkan kualitas bawang putih impor yang dijual murah saat operasi pasar Sabtu (4/5). Ada dua jenis bawang putih yang digelontorkan ke pasar. Yakni, kating dan sinco. Mayoritas pedagang mengeluhkan buruknya kualitas bawang putih sinco.

”(Bawang putih) sincone ambyar. Nggak berani jual. Lha wong barange busuk,” ketus Adi, seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Beringharjo, Kamis (8/5).

Adi ikut memborong ketika pemprov bersama pemkot menggelar operasi pasar. Dia membeli 30 kilogram (kg). Isinya, bawang putih jenis kating dan sinco.

Adi tak menampik kualitas bawang putih kating cukup bagus. Namun, kondisi bawang putih jenis sinco yang dia beli telah membusuk.

Guna mengantisipasi kejadian serupa, Yanto mengimbau agar pembeli lebih teliti. Terutama saat pemprov menggelar operasi pasar bawang putih lagi. Sebab, bawang putih yang digelontorkan Sabtu (4/5) merupakan tahap pertama. Atau baru delapan ton dari 30 ton yang akan didistribusikan pemprov.

”Jangan main ambil aja,” pesannya.

Terkait harga bawang putih di pasaran, Yanto menyebut mengalami penurunan. Saat ini di angka Rp 46 ribu-Rp 47 ribu per kg. Namun, harga komoditas lain justru naik. Harga cabai keriting, contohnya, tembus Rp 27 ribu per kg. Sebelumnya Rp 21 ribu per kg.

”Kalau buka puasa itu pasti harus ada sambal. Jadi, permintaan cabai keriting ini meningkat,” kata Yanto menyebut penyebab naiknya harga cabai keriting. (cr15/zam/er)