BANTUL – Angka pengangguran di Kabupaten Bantul berpotensi meningkat. Seiring dengan pengumuman hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA sederajat Senin (13/5).

”Pasti ada yang tidak bekerja maupun berwirausaha dan tidak masuk ke universitas,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Sulistyanta di kantornya, Jumat (10/5).

Sulis, sapaannya, memperkirakan tambahan jumlah pengangguran ini sekitar 0,5 persen. Dengan begitu, jumlah pengangguran di Bumi Projotamansari pascakelulusan ini menyentuh 3,2 persen. Saat ini jumlah pengangguran di angka 2,7 persen dari jumlah penduduk se-Bantul.

”Jumlah pengangguran nanti didominasi SMA,” sebutnya.

Kendati begitu, Sulis menegaskan, dinas telah mempersiapkan beberapa program untuk mengurangi angka pengangguran. Di antaranya, pendataan ke berbagai sekolah. Pendataan itu meliputi jumlah siswa beserta kompetensinya. Tujuannya agar dinas bisa langsung memberikan respons ketika ada lowongan pekerjaan yang sesuai.

Program lain adalah memberikan pelatihan kerja di balai latihan kerja.

”Industri saat ini tidak hanya membutuhkan ijazah. Namun juga keterampilan dan sertifikasi yang jelas,” ungkapnya.

Menurutnya, angka pengangguran di Kabupaten Bantul cenderung dinamis. Sebab, peluang kerja setiap tahun berbeda.

”Kalau tahun itu pertumbuhan ekonomi dan investasinya bagus, dapat dipastikan serapan kebutuhan tenaga kerja akan tinggi,” katanya.

Ryan, seorang siswa berharap pemerintah aktif memberikan informasi seputar lowongan pekerjaan. Terutama, lowongan pekerjaan yang sesuai dengan berbagai jurusan SMK di Kabupaten Bantul.

”Supaya habis lulus langsung bisa kerja,” ucap siswa SMK yang ingin bekerja di industri perakitan mobil ini. (cr5/zam/by)