MAGELANG – Kebutuhan bahan bakar gas elpiji meningkat seiring banyaknya masyarakat yang memasak saat bulan puasa. Tetapi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang memastikan, stok elpiji sangat aman hingga Lebaran 1440 H/2019. Kepastian ini diungkapkan setelah pemantauan langsung ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji, juga sembako, ke sejumlah SPBU dan agen di Kota Magelang.

“Pemantauan ini rutin kami lakukan. Kebetulan untuk Ramadan ini kami ingin memastikan stok BBM dan elpiji mencukupi untuk kebutuhan masyarakat sampai Lebaran nanti,” kata Kabid Pedagangan Disperindag Kota Magelang Vivi Eri Setyowati kemarin.

Tim memantau ketersediaan elpiji dalam tabung 3 Kg bersubsidi ke tiga agen penyalur.  Yakni Pusat Koperasi Konsumen (PKK) Jalan Piere Tendean, PT Fatima Utama Jalan Urip Soemoharjo, dan PT Mitra Migras Sejati (MMS) Cacaban. “Justru beberapa waktu terakhir permintaan LPG 3 kilogram cenderung menurun, karena banyak warga yang sudah beralih ke LPG 5,5 kilogram,” ujarnya.

Disebutkan, kuota elpiji bersubsidi per 9 Mei 2019 di agen PKK mencapai 77.480 tabung, PT Fatima Utama mencapai 77.680 tabung, dan PT MMS mencapai 30.240 tabung. Agen-agen itu menyalurkan LPG ke ratusan pangkalan yang tersebar di Kota Magelang dan sekitarnya.

Adapun untuk sembako, Vivi juga menyatakan ketersediaannya masih relatif baik. Pihaknya telah melakukan pemantauan di beberapa toko sembako di Kota Magelang. Jenis sembako yang dipantau meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu.

“Sejauh masih cukup karena baru awal Ramadan, biasanya permintaan akan melonjak mendekati Lebaran. Kami imbau masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok BBM, LPG, maupun sembako di Kota Magelang aman,” ungkapnya.

Selain itu, ada empat SPBU yang dipantau langsung oleh tim gabungan Disperindag, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Polres Magelang Kota itu, yakni SPBU Soekarno Hatta, Canguk, Menowo dan Cacaban. Adapun jenis BBM yang tersedia di masing-masing SPBU, antara lain, pertalite, bio solar dan pertamax. Khusus jenis premium hanya tersedia di SPBU Soekarno Hatta.

Vivi mencontohkan, di SPBU Soekarno Hatta ketersediaan BBM rata-rata untuk pemenuhan selama 2-3 hari. Untuk premium sebanyak 18,2 kiloliter, pertalite  15,8 kiloliter, bio solar 20,3 kiloliter dan pertamax 10,4 kiloliter.

Kemudian di SPBU Cacaban, untuk pertalite sebanyak 40 kiloliter, bio solar 10 kiloliter dan pertamax 16 kiloliter. “Pasokan BBM sejauh ini masih lancar, sehingga kami pastikan BBM aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini,” tandasnya. (dem/laz/by)