SLEMAN – Melengkapi Ramadan 1440 H dengan kajian keilmuan menjadi agenda utama organisasi Joss Muda bersama dengan Pesantren At- Tasniim. Acara kajian agama rutin diselenggarakan selama bulan suci ini.

Tema kajian, Jumat (10/5) adalah menang dengan memaafkan. Mengundang ustad Ransi Al Indragiri sebagai pemateri, kajian diselenggarakan di Joss Room Pesantren At- Tasniim, Pandeansari, Condongcatur, Sleman. Tidak hanya dihadiri oleh penghuni pesantren, kajian juga diikuti oleh masyarakat umum.

Kemenangan menurut Ransi diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa. Orang bertakwa cirinya teratur dalam urusan duniawi. “Maka kehidupan di dunia akhiratnya juga akan baik,” ujarnya.

Menurutnya, kemenangan akan datang apabila kita menjadi pribadi yang takwa. Orang yang bertakwa kuncinya sabar dan memaafkan. Memaafkan adalah nama dan sifat yang dimiliki Allah. Begitu pula dengan rosul dan nabi. “Mereka semua punya sifat pemaaf,” terangnya.

Ransi menilai banyak kisah teladan nabi tentang bagaimana nabi memaafkan umatnya. Namun, ada satu nabi yang tidak mau memaafkan umatnya. Ia adalah nabi Yunus.”Tetapi Allah langsung memperingatkannya,’’ jelasnya.

Menurut Ransi memaafkan adalah tanda cinta. Untuk itu kita perlu memaafkan diri sendiri terlebih dahulu sebagai tanda mencintai diri. Memaafkan diri sendiri adalah menyayangi diri sendiri. Mensyukur apa yang kita miliki. Berdamai dengan diri dan mengakui kelemahan.”Setelah itu maafkanlah orang tua dan orang-orang di sekitar kita,” tambahnya.

Menurut Agus Nur Cahyo selakurelawan acara, hampir setiap hari organisasi Joss Muda menyelenggarakan acara kajian agama.”Kami a juga menyediakan tempat untuk organisasi-organisasi lain yang ingin menyelenggarakan acara kajian di sini,” kata Agus. (cr16/din/zl)