JOGJA – Pekerjaan drainase di Jalan Pakuningratan,  Cokrodiningratan, Jetis, Kota Jogja, dikomplain warga sekitar.  Ini karena pekerjaan drainase yang dilakukan sudah sekitar satu minggu ini  tidak ada rambu-rambu atau penanda, dan nyaris mencelakakan warga yang melintas.

“Kemarin saya melihat hampir saja ada ibu-ibu yang menghindari batu mencari pegangan,  kakinya hampir terperosok ke lubang,” ujar warga sekitar, Kukuh Prawinto, yang juga memposting video yang viral di Facebook.

Diakui Kukuh,  pekerjaan yang dilakukan sejak pukul 08.00 sampai 16.00 itu ditinggalkan begitu saja setelah selesai oleh pekerja tanpa adanya rambu-rambu. Bahkan batu-batu yang menghalangi jalan tidak disingkirtan.

Dia menilai kurangnya safety work, apalagi jika malam hari yang tidak cukup penerangan, sehingga tidak terlihat di lokasi itu sedang ada pekerjaan. “Di situ banyak tuna netra lewat, terus ibu-ibu yang mau ke pasar. Juga yang mau ke geraja. Jadi jalan utama untuk melintas,”  tambahnya.

Warga lain di Susteran Carolus Borromeus yang tidak mau disebutkan namanya, juga menilai berbahaya, karena biasanya trotoar yang sedang dibongkar itu sering dipakai pejalan kaki untuk melintas.  “Ya, bahaya sekali untuk orang lewat sini kalau gak ada penandanya. Bisa masuk lubang. Terpaksa orang jadi lewat di bawah,” tuturnya. (cr15/laz/er)