PURWOREJO – Limbah olahan kelapa berbentuk serabut yang tidak digunakan, mengundang minat mahasiswa Jurusan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) untuk bisa menjadikannya lebih bermanfaat. Jika sebagian memanfaatkan untuk sapu atau keset, di tangan mahasiswa itu serabut kelapa menjadi tas serba guna.

Disebut dengan nama Tali Karsa atau tas limbah kain perca dan serabut kelapa, Farichatun Chasanah, salah seorang mahasiswa mengungkapkan, untuk bisa membuatnya memang membutuhkan proses sedikit panjang. “Ada beberapa alat bantu yang harus digunakan agar tas ini bisa jadi secara sempurna,” kata Fari, Jumat (10/5).

Menurutnya, limbah serabut yang ada dikumpulkan dan dijahit dalam kain kerca serta dikreasikan sesuai selera. Bagi mereka yang memiliki kreativitas tinggi, memang bisa menjadikan tas itu cantik dan pas dibawa. “Memang awalnya hanya uji coba saja, tapi ternyata amat baik,” tambahnya.

Tidak berhenti pada produksi sendiri, tim dari Jurusan Matematika ini pun meluaskan pengetahuannya dengan membuka rumah produksi di Kelurahan Tambakrejo, Purworejo. Di tempat ini, mereka mengajak masyarakat Tambakrejo untuk mengumpulkan limbah serabut kelapa.

Ketelatenan memang menjadi kunci keberhasilan pembuatan tas serabut kelapa ini. Warga pun diajak mengumpulkan dan mengeringkan serabut itu setidaknya hingga dua hari. “Saat pengeringan itu harus dilakukan pengeleman serabut juga ke media dasar yang akan ditempel,” tambah Fari.

Serabut yang sudah tertempel di lembaran panjang selanutnya dipotong sesuai kebutuhan dan dilakukan penjahitan. “Di sini kita bisa menyisipkan bunga-bunga dari kain perca sebagai hiasan,” katanya.

Untuk penjualannya, Fari dan teman-temannya lebih banyak memanfaatkan media sosial untuk menawarkan. Harga yang ditawarkan cukup lumayan dari kisaran Rp 50.000 hingga Rp 200.000. Nilai itu disesuaikan dengan tingkat kesulitan pembuatannya.

Dosen pembimbing, Isnaeni Maryam mengungkapkan, pihaknya terus mendorong kreativitas mahasiswa dalam pembuatan tali karsa itu. Dia melihat bahwa tas tersebut peka zaman dan mendukung program pemerintah untuk pengurangan sampah plastik. “Kami berharap ke depan produk ini akan laku di pasaran dan bisa merekrut karyawan,”  kata Isnaeni. (udi/laz/by)