KULONPROGO – Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), serta Bagian Perekonomian Setda Kulonprogo menggelar razia makanan dan minuman (Mamin), Jumat (10/5). Ribuan mamin rusak dan kedaluwarsa ditemukan di Pasar Dekso, Banjararum, Kalibawang.

“Ada 103 jenis mamin dengan total 1.438 bungkus ditemukan rusak serta kedaluwarsa. Semua kami sita. Bakan ada yang kedaluwarsa sejak 2017 masih dipajang pemilik kios,” kata Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan, Satpol PP Kulonprogo, Qumarul Hadi.

Dikatakan, mamin disita karena bisa membahayakan konsumen. Dasar penyitaan UU Perlindungan Konsumen. Pemilik kios diberi peringatan dan akan dipantau berkala.

“Pemilik kios kami minta menandatangani surat pernyataan. Jika masih melakukan hal serupa, dikenai sanksi sesuai UU,” kata Qumarul.

Pemilik kios, Sri Maryatun, 39 tahun, mengaku telah mengecek produk tersebut. Namun tidak mengecek produk secara berkala. “Saya tidak punya waktu mengecek berkala. Silakan disita. Saya akan lebih cermat lagi,” kata Maryatun.

Salah seorang pembeli, Purwadi mengatakan, produk tersebut merugikan konsumen. Dia berharap penyitaan memberikan efek jera.

“Semoga tidak dijual lagi. Apalagi menjelang Lebaran. Berbahaya bagi kesehatan,” ujar Purwadi.

Petugas juga menyita dua kilogram ikan teri asin berformalin dari pedagang di Pasar Dekso. Petugas mengambil 14 sampel ikan asin. Lalu dicek dengan formalin test kit. Dua sampel muncul warna ungu. Positif mengandung formalin.

“Kami amankan dari dua pedagang. Masing-masing 6,5 ons dan 1,3 kilogram teri. Pedagang kami minta mengembalikan kepada sales. Dan jangan mau menerima lagi,” tegas Qumarul.

Pedagang teri formalin, Suyatmi tidak tahu dagangannya mengandung formalin. Dia membeli ikan teri yang dipasok dari Pasar Beringharjo, Jogja.

“Belinya sekitar 10 hari lalu. Dulu belinya 3 kilogram, tinggal sisa 13 ons,” kata Suyatmi. (tom/iwa/zl)