BANTUL – Bulan Ramadan membawa berkah bagi Pramitha Aprilia, 40. Perajin batik di Dusun Gunting, Gilangharjo, Pandak, Bantul, ini mendapat banyak pesanan batik bermotif islami. Kebanyakan justru datang dari luar daerah.

IWAN NURWANTO, Bantul

Saat Radar Jogja menyambangi kediaman sekaligus rumah produksi batik Pragitha, Pramitha sedang sibuk menggoreskan canting di atas kanvas. Tampak ia sedang menggambat batik motif masjid. “Ini pesanan orang Banten,” katanya.

Dia mengatakan, kain batik motif masjid itu nanti akan dipakai oleh sang pemesan saat Lebaran. Oleh karna itu, dia harus sesegera mungkin menyelesaikan batik garapannya.

Selain Banten, ada pula batik bernuansa islami lain yang dipesan oleh pelanggan dari Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Pesanan sudah mulai datang dari awal Mei lalu.

Sambil sibuk meniup-niup malam panas, Pramitha bercerita tentang meningkatnya pesanan batik tulis saat Ramadan ini. Khususnya batik bernuansa islami, mulai dari motif masjid hingga kaligrafi.

Diakui, pesanan menjelang Lebaran ini memang berbeda dengan hari-hari biasanya.  Di mana selain Ramadan, dia lebih sering mengerjakan batik bernuansa Jawa seperti motif Sidomukti dan Kawung.

Walaupun harus banting setir untuk menggarap motif budaya ketimuran, ia mengaku tidak kesulitan untuk melukis batik yang berbeda dengan motif biasanya. Selama ini sudah biasa membuat berbagai macam jenis motif.

“Ya, karena sudah biasa juga. Sebelumnya juga sudah digambar polanya, jadi kami tinggal ngikutin saja,”  kata Pramitha.

Untuk harga, bisa bermacam-macam. Untuk yang paling murah biasa dibanderol Rp 250 ribu. Sementara yang paling mahal bisa sampai jutaan rupiah. “Semua tergantung tingkat kesulitannya,” ucapnya.

Rumah produksinya memang terlihat ramai. Beberapa wanita fokus menggoreskan canting di atas kain putih yang cukup lebar.  Sedangkan kaum lelaki, sibuk mondar-mandir mengangkat kain batik yang sudah melalui tahap penyelesaian.

Selain melayani pesanan batik, Pramitha mengaku juga mengerjakan pesanan lukisan. Pelanggannya tidak hanya berkutat di pasar lokal saja, namun hingga luar negeri. Para penikmat seni yang berasal dari Prancis dan Italia pun pernah menjadi pelangganya.

Selain itu ada juga pelangganya yang berasal dari negara tetangga seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura. “Kalau lukisan biasanya yang sering dipesan realis dan kontemporer,”  tambahnya. (laz/by)