JOGJA – Sesuai dengan hukum ekonomi permintaan-penawaran. Ketika permintaan tinggi maka harga bakal naik, terjadi pada komoditi kolang-kaling. Pada awal Ramadan ini harganya mengalami kenaikan, seiring dengan meningkatnya permintaan.

Seperti ditemui di Pasar Beringharjo. Harga kolang-kaling pada awal Ramadan naik hingga 50 persen. Belum lagi stok yang sedikit, sedang permintaan banyak. Akibatnya sejumlah pedagang di pasar Beringharjo menaikan harga jual kolang-kaling.

Salah seorang pedagang, Suharti mengaku, harga kolang kaling pada Ramadan tahun ini naik dua kali lipat. Meski harga mahal, tapi persediaan kolang kaling justru menipis.

“Harganya memang naik, karena bulan puasa dan ba­rang pun sedikit,” katanya, Minggu (12/5).

Menurut pemilik Toko Sumber Rezeki ini, jika tidak bulan puasa, harga jual kolang-ka­ling dengan ukuran kecil dari Rp 10 ribu-Rp 15 ribu perkilogram. Sedangkan untuk ukuran yang besar dijual dari Rp 12 ribu-Rp 17 ribu perkilogram.”Kenaikan kolang kaling di bulan puasa mencapai dua kali lipat dibanding biasanya, dan tahun sebelumnya,” tambahnya.

Dia memperkirakan, kenaikan tersebut bersifat sementara dan akan kembali ke harga normal menjelang Lebaran. Pada saat itu pembeli sudah tidak terlalu banyak mencari hingga akhirnya permintaan menurun .

“Puasa pertama masih saya jual Rp 18 ribu perkilogram. Sejak Kamis kemarin dan hari ini (kemarin) dijual Rp 20 ribuan. Saya suplai dari pasar Giwangan,” jelasnya.

Kondisi itu dikeluhkan pembeli. Seperti Safira, yang menyebut harga kolang-kaling saat ini lumayan mahal. Tetapi karena saat puasa memang identik dengan manis dan kolang kaling, jadi mau tidak mau tetap harus membelinya. “Ya tetap beli karena memang semua keluarga suka,” ungkapnya. (cr8/pra/er)