JOGJA – Ramadan merupankan bulan monumental. Ada dua hikmah Ramadan yang bisa dicatat. Terutama terkait dengan perilaku.Pertama adalah internal control. Kontrol perilaku yang bersumber dari dalam diri manusia.

Ramadan pada hakikatnya sudah merupakan alat control. Selama satu bulan penuh manusia dikontrol tindakan, perilaku, dan ucapannya.Orang tidak akan debat kusir. Orang tidak akan gossip. Orang tidak akan berbohong di saat puasa.”Itu artinya orang mempunyai kontrol kuat terhadap Ramadan,’’kata  Dosen Prodi Bimbingan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga yang juga penggiat literasi Dr H Muhsin Kalida, SAg MA.

Menurut Muhsin, orang yang mempunyai kontrol diri yang kuat mempunyai pengaruh kepada perilaku diri yang baik. Harga diri manusia itu tercipta dari alat kontrol diri yang baik atau di hatinya. Bukan dari raut mukanya. Bukan dari kendaraan yang dipakai. Atau bukan dari kursi yang diduduki. Namun terletak pada internal kontrol yang dimilki.“Orang itu akan baik, apabila hatinya baik,” ucapnya.

Pada saat Ramadan, semua itu bisa dilakukan. Namun pada sebelas bulan yang lain, hal itu dapat berubah. Internal kontrol sebaiknya dimiliki. Tidak hanya saat Ramadan. Namun juga di bulan lainnya. “Sebaiknya internal kontrol itu dimiliki tidak hanya saat Ramadan. Karena itu dapat memengaruhi orang jadi pribadi lebih baik,” ucapnya.

Di bulan puasa akan terasa ringan melakukan kontrol internal itu. Selain berpuasa, hakikatnya Ramadan juga ikut mengontrol tindakan manusia. Itu kaitannya dengan kontrol diri bersumber dari hati.

Kedua adalah will power. Ini adalah rezeki dari Allah yang diberikan kepada orang-orang yang berpuasa untuk ringan dalam melakukan kebaikan. Hal ini juga sangat jarang dilakukan, saat di luar Ramadan. Contohnya orang melakukan infak. Biasanya orang melakukan infak untuk kaum lelaki seminggu sekali saat Salat Jumat. Itupun kalau ingat.”Tapi saat Ramadan ini, orang selalu berinfak saat salat jamaah di masjid,’’ terangnya.

Hal itu juga jarang dimiliki saat di luar Ramadan. Kalau hal itu dapat dimiliki dan dilakukan di luar Ramadan, pasti akan lebih baik. Contohnya lagi salat berjamaah.”Saat Ramadan ini semua orang berbondong-bondong datang ke masjid hanya untuk sholat berjamaah,” jelas penggagas Cakruk Pintar di Nologaten ini.

Selain itu, masih banyak amalan-amalan lain yang kaitannya dengan will power ini. Sebuah kekuatan yang sangat luar biasa untuk melakukan amal sholeh menjadi ringan.  Dua hal tersebut bisa dipertajam untuk mendapat hikmah selama Ramadan ini.

“Apabila internal control dan will power itu dimiliki di sebelas bulan lainnya di luar Ramadan. Insya Allah kita bisa jadi raksasa dalam pengamalan agama Islam,”tegasnya. (cr13/din/by)