BANTUL – Pernikahan masal lima pasang pengantin ini memang tak biasa. Usai ijab kabul mereka diarak di jalan raya. Mengelilingi Desa Panggungharjo. Menumpang mobil pikap klasik di bak belakang. Diiringi delapan penari dan 18 bregada perempuan. Nikah bareng yang digelar Minggu (12/5) itu sekaligus menyambut Ramadan.

Prosesi ijab kabul digelar di dua lokasi. Dua pasangan di Java Videotron, Geneng, Panggungharjo, Bantul. Tiga pasangan lainnya di Kampung Mataraman, Panggungharjo. Sepasang pengantin secara simbolis menjalani ijab kabul di atas bak terbuka mobil pikap klasik buatan Amerika.

Mengangkat konsep garage van love, pesta pernikahan pun digelar di ruang terbuka.

Suasana kian meriah dengan penampilan tari geger boyo yang bernuansa komedi. Ditampilkan delapan pria. Empat berpakaian laki-laki. Sisanya pakai baju perempuan.

Ada pula bregada putri Srikandi dari Dusun Duwet, Sendangadi, Mlati, Sleman. Mereka berpakaian merah cerah. Mengiringi mobil pengantin. Di kanan dan kiri.

Kelompok hadrah turut memeriahkan acara, yang dirangkai dengan pengajian umum menjelang waktu buka puasa.

Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis turut hadir memberikan sambutan mewakili Bupati Suharsono.

Adapun kelima pasangan tersebut, antara lain: Sera Agustina, 31, asal Trirenggo, Bantul, berpasangan dengan Agus Daryanto, 33, asal Sewon. Selanjutnya, Aulia Rahmawati, 37 (Depok, Sleman) dan Dedi Asi Nugroho, 41,(Kraton, Kota Jogja). Kemudian, Jihad Tri Riyanto, 25 (Godean, Sleman) berpasangan dengan Dewi Agusiyah, 25 (Gamping, Sleman). Lalu Wiji Prihatin, 37 (Trirenggo, Bantul) dengan Ikhwan Nurdin, 35 (Surakarta) serta Subekti Handayani, 41, (Boyolali) dengan Bagus Lukmanto, 41 (Sukoharjo).

“Prosesi acara lengkap. Ada sesi foto dan beragam hiburan. Semua bahagia,” ungkap Wiji Prihatin.

Kelimanya menikah secara masal atas prakarsa Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) yang digawangi oleh Ryan Budi Nuryanto.

Nikah bareng Ramadan dihelat sejak pukul 14.00. Dilanjutkan pengajian dan buka puasa bersama di Java Videotron.

“Semua fasilitas bagi peserta gratis,” ungkap Ryan, ketua Fortais.

Fasilitas tersebut berupa mahar pernikahan, seperti alat salat, kaca rias, cincin kawin, pesta kerakyatan, bingkisan pengantin, busana, dan tata rias. Plus dokumentasi dan bulan madu di hotel berbintang.

”Semua ini sebagai ruang untuk mereka. Bahwa menikah itu simpel. Tinggal niat dan kemauan,” tambahnya.

Kehebohan acara itu sontak mengundang masyarakat Bantul  turut menyaksikan prosesi nikah bareng. Di akhir pesta dilepaskan balon dan ratusan burung. Itu sebagai simbol doa dan harapan atas terlaksanakannya momentum tersebut. (cr6/yog/rg)