SLEMAN – Menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 1440 H, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman mulai berbenah. Yakni memerbaiki ruas jalan yang sering dilalui kendaraan, sehingga siap dilalui saat arus mudik Lebaran.

Kepala Bidang Bina Marga, DPUPKP Sleman, Achmad Subhan menjelaskan, kondisi jalan di Sleman penuh lubang sebagai akibat dari banyaknya proyek yang dibangun bersamaan. “Ruas Jalan Kabupaten banyak yang berlubang akibat pengalihan arus proyek-proyek besar,” kata Subhan, Minggu (12/5).

Pada dasarnya, perbaikan jalan tidak memandang waktu. Setiap saat, ketika ada kerusakan, harus segera diperbaiki. Namun, ketika mudik, banyak kendaraan yang melintas. Sehingga pihaknya punya prioritas memastikan jalan dalam kondisi baik. Sehingga tidak menimbulkan kecelakaan.

“Perbaikan sebenarnya terus kami lakukan. Jadi kesannya seperti proyek rutin tahunan. Tapi sebenarnya tidak,” kata Subhan.

Namun, kata Subhan, Jalan Kabupaten saat ini masih menjadi jalur alternatif yang bisa digunakan masyarakat jika ingin menghindari padatnya arus di underpass Kentungan. Selain itu, Jalan Gito Gati juga masih ditutup lantaran belum semua jembatan selesai dikerjakan. Sehingga pengalihan arus diarahkan ke Jalan Kabupaten.

“Memang agak terhambat (untuk perbaikan). Tapi kami akan mengejar perbaikan jalan itu ketika H-10 Lebaran. Jadi akan kami maksimalkan di situ,” kata Subhan.

Selain memastikan kondisi jalan, pihaknya juga bekerjasama dengan berbagai pihak. Memastikan perjalanan pemudik aman.

“Kami kerjasama dengan kepolisian untuk meminimalisasi kecelakaan. Kami juga meminta pedagang tidak memenuhi badan jalan, karena rawan kecelakaan,” ujar Subhan.

Salah satu jalur utama yang digunakan pemudik adalah Ringroad. Namun, di Ringroad Utara, tepatnya Simpang Empat Kentungan tengah berlangsung pembangunan underpass.

Pihak pelaksana proyek akan mengejar untuk bisa menyelesaikan sebagian proyek. Sehingga bisa dilalui saat arus mudik maupun balik. Sebab, H-10 Lebaran, sesuai aturan, aktivitas proyek harus distop.

“Sesuai rencana kami, akan membuka salah satu (jalan) yang sekarang ditutup pagar. Jadi sebisa mungkin sudah beroperasi di situ, sudah dicor, sudah dipasang beton, bisa untuk dilalui kendaraan karena pelebaran juga sudah jadi, lebaran bisa nyaman,” karap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Underpass Kentungan, Satker PJN DIY, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sidik Hidayat.

Pihaknya menjadwalkan pengerjaan proyek di lapangan berhenti H-10 Lebaran hingga H+7 atau H+10. Seluruh alat berat akan ditempatkan menjadi satu di sisi barat lokasi proyek.

“Alat berat tidak bekerja lagi. Kemungkinan sampai H+7 atau +10. Mungkin di lapangan hanya pekerja melakukan bersih-bersih saja,” jelas Sidik.

Pihaknya sedang mengebut pengerjaan di lapangan agar sesuai target sebelum Lebaran bisa menyentuh 30 persen. Sedangkan di sisi timur proyek, tahap pelebaran jalan ditarget selesai sebagian.

“Siang malam kami bekerja untuk mengejar target sebelum Lebaran. Sekarang masuk 25 persen. Diharapkan akhir puasa, target bisa sekitar 30 persen,” harap Sidik. (har/iwa/by)