JOGJA – Pasar tradisional di Kota Jogja akan mulai diubah. Tak lagi identik dengan pasar yang kumuh dan bau. Beberapa pedagang dan pengunjung pasar tradisional sudah merasakannya. Seperti di Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan atau Pasar Pingit. Giliran tahun ini Pasar Prawirotaman.

Berada di kawasan, yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, Pasar Prawirotaman akan direvitalisasi total. Bahkan konsepnya disiapkan menjadi salah satu lokasi kunjungan wisata dan pusat layanan bisnis. Dengan penambahan fasilitas modern. Mulai dari lift, ekskalator hingga lokasi untuk start up dan co working space.

Proses revitalisasi sendiri sudah dimulai dengan memindahkan 619 pedagang di Pasar Prawirotaman ke lokasi pasar sementara. Sejak pertengahan Maret lalu hingga selesainya pembangunan Pasar Prawirotaman.

Para pedagang di Pasar Prawirotaman pun mendukung upaya revitalisasi yang dikerjakan Pemkot Jogja. Berada di pasar sementara Prawirotaman, seorang pedagang beras Waliyem mengharapkan wajah baru dari Pasar yang sudah berpuluh-puluh tahun menjadi lokasinya berjualan. Dia berharap dengan wajah atau model baru itu kedepan ada penataan yang lebih rapi di dalam pasar tersebut, “Kalau sebelumnya kan semrawut campur-campur, ya harapannya biar besuk kalau sudah jadi, bisa ditata lebih rapi. Misalnya beras ya beras semua,  sayur ya sayur semua, jadi gak semrawut,” ungkapnya, Minggu (12/5).

Pedagang lainnya, Lanzariani mengharapkan dengan revitalisasi pasar tradisional Prawirotaman akan lebih banyak pengunjung yang datang,  “Demi kemajuan juga saya mendukung, tetap laris dan nyaman tentunya, ” tuturnya.

Tak hanya pedagang, para pembeli setia di Pasar Prawirotaman pun punya harapan yang sama. Seperti yang diutarakan Yuli. Dia mendukung program revitalisasi Pasar Prawirotaman. Termasuk dengan penambahan fasilitas lain karena demi kemajuan pasar. Tapi dia mengharapkan, meski dengan fasilitas modern tapi harga tetap standar pasar tradisional.  “Ya mendukung aja,  yang penting nanti harga-harga tetap murah, ” tuturnya.

Pembeli lainnya Anne, yang juga merupakan warga sekitar turut mendukung dengan revitalisasi pasar tradisional Prawirotaman. Dia mengatakan, selama ada dampak positif terhadap lingkungan sekitar itu menjadi lebih baik,  “Tapi yang ramah lingkungan tidak hanya bangunannya, pedagang perlu diedukasi, seperti meminimalisir penggunaan sampah plastik yang ramah lingkungan,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono menceritakan desain Pasar Prawirotaman yang baru nanti. Dimana pasar Prawirotaman akan didesain guna menyiapkan 619 pedagang yang sementara ini sudah ditempatkan di barak sementara.

Yunianto juga menjelaskan ketika sudah jadi nanti pasar tersebut akan terdiri dari lima lantai. Termasuk parkir basement, termasuk fasilitas eskalator dan lift. Pasar di jalan Parangtritis Mantrijeron itu juga akan dikonsep go green atau ramah lingkungan.

“Harapannya para pedagang dan pengunjung tidak boleh merokok, pasar itu nanti akan jadi kawasan bebas asap rokok. Gambarannya begitu green, akan berpihak pada lingkungan. Intinya nanti kalau sudah jadi bisa sebagai contoh pasar-pasar yang lain,” katanya.

Konsepnya, lantai paling atas akan digunakan untuk pusat bisnis. Dengan memanfaatkan wahana ekonomi kreatif bagi anak-anak muda khususnya dan menyediakan co working space atau tempat nongkrong anak muda untuk bekerja. Termasuk kata dia adalah untuk display UMKM.

Salah satu fasilitas ini kata dia, dalam rangka mengenalkan start up terkait booming e-commerce saat ini. Yaitu perdagangan tidak harus dengan tempat. Secara online pun bisa dipasarkan. Sehingga anak-anak muda bisa berkreasi mengembangkan idenya. Tentunya di sana akan dilengkapi dengan layanan wifi.

“Jadi tidak hanya pasar rakyat tradisional yang gambarannya kumuh. Tapi pasar yang seolah-olah seperti pusat bisnis yang trend dan suasananya seperti di mall tapi harganya harga pasar tradisional. Juga masih bisa nawar,” jelasnya.

Mantan Kepala Kantor Taman Pintar itu menambahkan, proyek revitalisasi Pasar Prawirotaman ini merupakan bantuan dari dana alokasi umum (DAU) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp 76 miliar. “Ini hasil upaya dari Pemkot dalam berkomunikasi dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

Revitalisasi Pasar Prawirotaman ini juga sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jogja 2017-2022. Yang dituangkan oleh 12 pokok pemikiran. Salah satunya adalah revitalisasi pasar tradisional yang lebih populer adalah pasar rakyat. Diharapkannya bahwa tidak hanya pasar Prawirotaman melainkan pasar-pasar lain yang akan direnovasi. “Target kami semua pasar tradisional di Kota Jogja bisa berubah, tak lagi identik kumuh dan kotor, tapi nyaman dikunjungi,” tegasnya. (**/cr15/pra/er)