BANTUL – Imbauan pemkab maupun kepolisian terkait larangan meledakkan petasan selama Ramadan ternyata tak sepenuhnya didengar. Itu terlihat dengan banyaknya kertas petasan yang berserakan di sepanjang Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Persisnya di Kecamatan Sanden dan Srandakan.

”Kalau Ramadan, ya, begini. JJLS penuh sampah mercon,” ungkap Suta Akhir, petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Goa Cemara, Minggu (12/5).

Namun, seingat Suta, tradisi meledakkan petasan di JJLS hanya setiap hari Minggu. Saban hari Minggu, tidak sedikit pemuda yang datang ke JJLS setelah Subuh. Untuk meledakkan petasan berbagai ukuran.

Dari pantauan, kertas petasan tidak hanya mengotori sepanjang pinggir JJLS. Kertas petasan juga masuk ke area pertanian. Kendati begitu, Suta mengatakan, petugas tak lantas membersihkannya.

”Biasanya, menjelang Lebaran baru dibersihkan. Sebab, akan muncul kembali sampah mercon,” katanya.

Surati, warga Tegalsari, Srigading, Sanden, berharap kepolisian turun tangan melakukan razia. Sebab, imbauan larangan tidak cukup.

”Saya setiap pagi harus mulai menyiram bunga. Gara-gara bising pekerjaan jadi terkendala,” keluhnya.

Perempuan 55 tahun ini melihat, jumlah pemuda yang meledakkan petasan banyak. Saking banyaknya, mereka memblokade JJLS. Agar mereka leluasa meledakkan petasan.

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan, meledakkan petasan merupakan perbuatan tak terpuji. Juga tak bertanggung jawab. Dari itu, dia mengajak para pemuda mengisi Ramadan dengan hal positif. (cr6/zam/zl)