MUNGKID – Ratusan liter minuman dari air nira kelapa yang sudah difermentasi sehingga menjadi minuman beralkohol (mihol) disita  petugas Polsek Muntilan. Temuan ini hasil operasi penyakit masyarakat (Pekat) selama bulan Ramadan, untuk memastikan situasi aman dan kondusif.

Menurut Kapolsek Muntilan AKP Mudiyanto, ada empat tempat yang dijadikan target operasi dalam kegiatan yang digelar akhir pekan lalu. “Di daerah Ponalan Indah dua tempat, dan Desa Taman Agung dua tempat juga,” katanya, Minggu (12/5).

Fokus pada empat tempat itu, polisi justru menemukan pelanggaran pada satu tempat di daerah Wonolelo, Muntilan. Tepatnya pada sebuah bengkel yang pada bagian belakang bangunannya diketahui untuk menyimpan ratusan liter minuman dari air nira kelapa fermentasi.

Minuman itu disembunyikan dengan cara ditaruh di dalam sumur, dan sebagian ditutupi karung plastik. “Diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan liter,” tutur Mudiyanto

Pemilik mihol adalah RT, pengontrak di Wonolelo asal Siahaan Toruan, Nauli Sigumpar, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. “Ini pemain lama yang berjualan minuman beralkohol. Tersangka pernah menjalani sidang tipiring. Ia menjual miras eceran menggunakan botol bekas air mineral,” jelasnya.

Mudiyanto mengatakan pihaknya akan terus melaksanakan giat operasi pekat di wilayah Kecamatan Muntilan. Tujuannya untuk menertibkan penyakit masyarakat, baik mihol maupun pasangan yang bukan suami isteri di kos-kosan atau hotel.

“Harapannya agar situasi kamtibmas di bulan Ramadan tetap aman dan tidak ada gangguan yang disebabkan oleh minuman beralkohol,” tandas perwira polisi ini. (dem/laz/er)