SLEMAN – Menjawab kebutuhan masyarakat DIJ, Kantor Imigrasi Kelas I Jogjakarta segera menerbitkan paspor elektronik (e-paspor). Hal ini dilakukan dalam rangka program pengembangan dan peningkatan pelayanan permohon tentang keimigrasian, khususnya pelayanan paspor.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) DIJ Krismono menjelaskan, selain memberikan pelayanan bagi masyarakat yang beralih dari paspor biasa ke elektronik, Kantor Imigrasi juga tetap melayani pengajuan paspor biasa bagi masyarakat yang akan bepergian ke luar negeri.

Launching E-paspor akan secepatnya dilakukan. Mungkin minggu depan sudah bisa diterbitkan,” jelas Krismono kepada wartawan di Kantor Imigrasi Kelas I Jogjakarta, Sabtu (11/5).

Selama ini, tambah Krismono, layanan E-paspor di Kantor Imigrasi hanya berada di Jakarta, Batam, dan Surabaya. Meskipun berbasis elektronik, paspor yang tertanam chip nantinya baru bisa dipakai untuk bepergian ke Jepang tanpa visa.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jogjakarta Sutrisno menuturkan, uji coba sistem telah dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan. Dengan adanya chip, pemegang e-paspor tak perlu mengantre di pintu pemeriksaan imigrasi, karena telah disediakan autogate untuk memindai paspor sebelum menuju boarding gate. “Ini hanya tinggal menunggu sistem selesai,” jelas Sutrisno.

Selain itu, terhitung sejak 3 Mei 2019, Kantor Imigrasi telah memberlakukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) baru untuk pelayanan imigrasi. Perubahan tarif PNBP telah dilakukan serentak di seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2019.

Jika tarif lama untuk pelayanan paspor 48 halaman hanya Rp 300 ribu, maka dalam aturan baru menjadi Rp 350 ribu. Sedangkan untuk E-paspor, biaya sebelumnya Rp 600 ribu naik menjadi Rp 650 ribu.

Untuk percepatan paspor satu hari jadi, akan dikenakan biaya Rp 1 juta. “Ini aturan baru dari pemerintah untuk percepatan pelayanan dan penambahan PNBP,” ungkap Sutrisno. (cr7/laz/rg)