JOGJA – Memasuki minggu kedua bulan Ramadan ini, masyarakat masih enggan berlibur. Terutama pada saat siang hari. Beberapa obyek wisata di Kota Jogja mengalami penurunan pengunjung.

Seperti di Kebun Binatang Gembira Loka atau Gembira Loka (GL) Zoo di komplek Rejowinangun, Kotagede. Pada bulan Ramadan tahun ini hanya mencapai 400 pengunjung di hari aktif kerja. Sedangkan kunjungan mencapai 1.000 sampai dengan 1.500 di akhir pekan.

Kepala Bagian Humas Gembira Loka Zoo, Eros Yan Renanda menyebut jumlah tersebut menurun drastis dari hari biasa. Di luar Ramadan kunjungan wisatawan mencapai belasan ribu. “Setiap tahun di bulan puasa memang terjadi penurunan jumlah yang cukup signifikan, ” katanya, Senin (13/5).

Selain karena faktor bulan Ramadan, dia menilai turunnya pengunjung juga karena luasnya kawasan GL Zoo. Perlu tenaga ekstra untuk mengelilingi semua kawasan. “Ya mungkin mereka takut kelelahan karena kawasan kita kan sangat luas,” tambahnya.

Turunnya pengunjung membuat manajemen, yang sebelumnya membuka full pintu loket disebelah barat dan pintu timur, kini hanya membuka tiga pintu loket saja. Yaitu pintu sebelah timur.

Tapi sepinya pengunjung ini, kata Eros, dimanfaatkan untuk perbaikan dan mempercantik sarana dan prasarana GL Zoo. Terutama menghadapi jelang libur Lebaran.  Perbaikan yang dilakukan diantaranya pembersihan kawasan kebun, pengecatan ulang, dan mempercantik lagi wahana, serta dekorasi yang ada. “Ini supaya nanti kalau ada pengunjung yang datang bisa mendapatkan suasana yang baru dan bersama keluarga bisa berwisata dengan lebih nyaman lagi, ” tuturnya.

Selain perbaikan sarana dan prasarana pihaknya juga melakukan rutin perawatan mutu kesejahteraan satwa,  “Kalau perawatan satwa kami mau ramai atau sepi kondisinya sudah ada jadwalnya sendiri untuk perawatan,” tuturnya.

Selain di GL Zoo, sepinya pengunjung juga terjadi di jantung Kota Jogja, Malioboro. Salah satu juru parkir komplek Museum Benteng Vredeburg, Arip menuturkan pendapatannya menurun drastis saat Ramadan. “Sepi, biasanya sampai pertengahan bulan, ” tuturnya.

Menurut pantauan di lapangan, pedestrian Mallioboro tampak lengang, kendati demikian hanya ditemui beberapa wisatawan asal mancanegara.  Kondisi sepi ini dijelaskan Arip,  biasanya berlangsung hingga pertengahan bulan puasa,  “Memasuki 10 hari menjelang Lebaran ramai lagi,” jelasnya.

Tampak parkiran komplek Museum Benteng Vredeburg sepi, hanya puluhan mobil yang singgah parkir disana.  Disamping itu juga beberapa Pedagang Kaki Lima (PKL),  juga nampak tak berjualan disana. Lapak berjualan mereka pun tampak tertutupi oleh terpal-terpal. “Iya mereka juga libur selama puasa, ” tuturnya. (cr15/pra/er)