BANTUL – Kasus dugaan pergeseran suara caleg nomor urut 3 Partai Gerindra Dapil 4 (Jetis, Pundong, Kretek, dan Bambanglipuro) Sefti Indradewi, kembali hangat. Sejumlah pelapor dan saksi menghadiri panggilan Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Bantul untuk dimintai keterangan.

“Saya hadir untuk memenuhi panggilan Bawaslu,” ungkap Ketua DPAC Bambanglipuro Kartono di Kantor Bawaslu, Senin (13/5). Sebelumnya, Kartono diduga terlibat dalam pergeseran suara Sefti, caleg asal Pundong atas tindakan yang tak sepantasnya dia lakukan. Yakni, menawarkan sejumlah saksi agar mau menggeser 700 surat suara ke caleg nomor urut 4 sesama koleganya.

Bila berhasil, dia berjanji bakal membelikan satu unit sepeda motor, paket wisata bersama keluarga, dan memberikan uang Rp 1 juta. Dan pernyataan-pernyataan itu telah menjadi barang bukti laporan ke Bawaslu Bantul terkait dugaan pergeseran suara.

Saat disinggung hal ini, Kartono mengakui pernyataan tersebut. Dia mengatakan, pernyataan itu tercuat secara spontanitas. Tanpa ada perencanaan maupun keterlibatan banyak pihak, termasuk Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Bambanglipuro.

“Itu semacam candaan. Biasa tawaran-tawaran seperti itu tercuat di sesama partai. Saat saya tawarkan, pihak saksi juga menolak. Katanya susah ditembus. Penjagaannya ketat. Nah kalau sudah begitu kan ya sudah to, saya nggak berani berbuat apa-apa,” ujarnya.

Dia mengaku pernyataan itu dia tawarkan kepada dua orang saksi bernama Asep dan Mujiman. Namun mereka menolak seketika. Setelahnya tidak ada tindakan yang dia lakukan. Apalagi menggeser surat suara.

“Jadi yang ditudingkan caleg nomor urut dua itu tidak benar. Dilihat saja buktinya mana, penemuannya di TPS mana, hilangnya di TPS mana, silakan ditunjukkan,” ketus dia.

Menurutnya, saat perhitungan rekapitulasi di tingkat Kecamatan Bambanglipuro hasilnya riil. No urut 4 atas nama Sukardiyono  mendapatkan nilai tinggi dibandingkan Sefti. Dia juga mengaku memiliki C1 75 saksi. Dia serahkan ke Sekjen. “Bagi caleg yang ingin melihat perhitungannya, silakan ke DPC Partai Gerindra. Silakan kroscek,” paparnya.

Menanggapi hal itu, Sefti Indradewi didampingi pengacara Radetya Andreti tidak tinggal diam. Dia berupaya menindaklanjuti kasus yang mendera dirinya. Dia juga telah mengantongi sejumlah bukti dan saksi. Bahkan pihaknya telah mencari pengacara untuk mengawal kasus itu. Dia berharap, dugaan kecurangan itu dapat segera ditindaklanjuti oleh Bawaslu dan kepolisian.

“Kalau dari DPC Gerindra, saya sudah memberikan surat pernyataan keberatan atas terpilihnya caleg terduga. Namun sudah seminggu surat dilayangkan, belum ada tanggapan dari partai,” ungkap Sefti.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Bantul Harlina mengungkapkan, terkait hasil tindak lanjut masih dilakukan proses tahapan. Pihaknya baru melakukan proses tahap pertama untuk melakukan klarifikasi kepada pelapor dan saksi. Selanjutnya akan dilakukan klarifikasi terlapor. Yakni PPK Bambanglipuro dan PPK Jetis. Untuk proses penanganan pelanggaran baru dapat disampaikan jika telah diperoleh pleno kesimpulan.

“Karena kaitannya cederung kepada satu partai, maka partai tetap kami panggil untuk memberikan klarifikasi,” terangnya. (cr6/laz/zl)