MAGELANG – Proses seleksi harus dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang karena tinggginya animo masyarakat yang hendak mengikuti program peningkatan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Menurut Kepala BLK Kota Magelang Suparto, program pelatihan yang paling banyak peminat, antara lain, tata boga, tata rias, menjahit dan montir sepeda motor. Padahal setiap paket pelatihan hanya dibuka kuota 16 orang pendaftar.

“Tapi peminatnya bisa sekitar 30-50 orang. Maka kami harus seleksi dulu,” katanya, Senin (13/5). Saat seleksi itu akan diketahui latar belakang pendidikan, motivasi mengikuti pelatihan dan yang paling penting adalah keseriusan mereka untuk mengembangkan keterampilan.

Dikatakan, jika pendaftar tidak lolos pada seleksi pertama, maka bisa mendaftar lagi di seleksi paket selanjutnya. “Kami lakukan seleksi dengan wawancara. Kami prioritaskan yang benar-benar serius dan punya motivasi tinggi untuk ikut pelatihan,” tuturnya.

BLK memiliki setidaknya enam paket pelatihan peningkatan keterampilan yakni menjahit, montir sepeda motor, tata rias, tata boga, komputer, dan bahasa asing. Paket pelatihan itu seluruhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Magelang.

Pelatihan terbuka untuk masyarakat, tidak terbatas dari Kota Magelang tapi dari luar daerah, seperti Kabupaten Magelang dan Temanggung. “Selama 20 hari peserta akan mendapatkan materi sesuai bidang yang dipilih. Materi disampaikan oleh para pakar, baik secara teori maupun praktek langsung,” tuturnya.

Menurutnya, program pelatihan ini merupakan upaya Pemkot Magelang menekan angka pengangguran di Kota Magelang dan sekitarnya. Diharapkan keterampilan peserta meningkat sehingga ke depan memiliki daya saing tinggi saat memasuki dunia kerja, atau bisa mengembangkan usaha sendiri sesuai bidang masing-masing.

Afiatul Rohmah, 22, salah seorang peserta pelatihan tata rias mengaku senang bisa ikut program pelatihan yang diadakan oleh BLK Kota Magelang ini. Ia mendapatkan materi tentang tata rias dari pakarnya dan langsung dipraktikkan.

“Saya awalnya tidak suka merias wajah, tapi melihat peluang bisnis make-up saat ini menggiurkan, jadi saya ingin belajar, syukur-syukur ke depan bisa buka usaha tata rias,” ujar perempuan asal Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, ini.

Senada dikatakan Nurul, peserta pelatihan tata boga asal Kampung Karang Lor, Rejowinagun Selatan, Magelang Selatan yang mengaku ingin terus belajar memasak. Di BLK ia mendapat pengetahuan baru yang sebelumnya tidak pernah di dapat, misalnya tentang penggunaan bahan-bahan makanan berkualitas, teknik mengolah bahan makanan dan sebagainya.

“Kami diajari langsung cara bikin kue nastar, cake roll, ayam kremes, dan sebagainya. Kami jadi tahu apa dan bagaimana cara yang benar. Terus terang ini sangat bermanfaat dan bisa langsung dipraktikkan,” tandas Nurul yang sudah merintis usaha catering di rumahnya itu. (dem/laz/er)