SLEMAN – Laga perdana PSS Sleman melawan Arema FC di Stadion Maguwoharjo besok (15/5) terasa sangat krusial. Kemenangan akan menjadi modal berharga yang mampu membangkitkan motivasi pemain di tengah badai kritik akibat hasil minor di laga pra musim.

Maka tidak mengherankan, pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara dalam sisa waktu yang ada lebih fokus pada pembenahan mental bertanding pemain. Motivasi setelah kekalahan di laga ujicoba melawan Persipura Jayapura diharapkan mampu meningkatkan semangat bertanding skuad asuhnya di pertandingan besok.

“Kekalahan di ujicoba kemarin memang mempengaruhi mental pemain karena ada tekanan di sana. Sekarang sudah kami coba perbaiki sisi psikis agar semangat pemain normal lagi,” kata Seto, Senin (13/5).

Pelatih dengan lisensi kepelatihan AFC Pro ini meminta anak asuhnya tidak ciut dengan nama besar dari Arema. Apalagi, skuad asuhan Milomir Seslija ini pun di laga ujicoba terakhir melawan PSIS Semarang menuai hasil minor. “Artinya ada ruang bagi kami untuk bisa mengalahkan mereka (Arema.red). Bermain di hadapan pendukung sendiri harusnya ini menjadi keuntungan,” jelas Seto.

Hal senada juga digaungkan oleh striker PSS Sleman Kushedya Hari Yudo. Dia meminta kepada rekannya tak silau atas nama besar skuad Singo Edan. Meski harus diakui, di masa pra musim Hamka Hamzah dkk sukses menorehkan catatan gemilang dengan menjadi kampiun di Piala Presiden 2019. “Pelatih sudah mempersiapkan cara untuk mengalahkan mereka,” kata Yudo.

Pria asal Malang, Jawa Timur ini pun bertekad memberikan yang terbaik bagi suporter di laga pembuka. Dia pun mengku sudah melukan hasil buruk di ujicoba terakhir dan siap memberikan hasil maksimal di laga perdana bersama PSS saat mengarungi Liga 1. “Kami akan buktikan di lapangan. Dengan ribuan pendukung yang hadir akan memberi energi bagi pemain,” tegasnya.

Sementara itu sebelum mengawali kompetisi, jajaran manajemen PSS Sleman beraudiensi dengan Bupati Sleman Sri Purnomo. Orang nomor satu di Sleman itu pun berpersan agar PSS tidak berkecil hati meski lawan yang dihadapi di laga perdana merupakan tim elit di Liga 1. Keberadaan mental yang baik akan mempengaruhi permainan pemain di lapangan. “Kalau mental kita berani, tidak ciut, pasti bisa,” tegas Sri.

CEO PSS Sleman Viola Kurniawati mengajak suporter PSS Sleman menunjukkan atmosfer sepakbola yang sejuk dan damai. Dia pun berharap Sleman bisa menjadi rumah bagi selurun insan sepakbola. “Lokasi yang strategis, fasilitas memadai, Slemab harus bisa menjadi rumah bagi kita bersama,” jelas Viola.

Di bagian lain, dari empat penjaga gawang yang dimiliki, PSS Sleman belum menentukan siapa sosok yang akan menjadi kiper utama. Ada empat kiper yang dimiliki PSS, yakni Ega Rizky, Try Hamdani Guntara, Dhika Bhayangkara, dan Naraya.

Ega menjadi andalan utama kala PSS masih berlaga di ajang Liga 2 musin lalu. Eks kiper PSCS Cilacap itu bisa dikatakan tampil konsisten menjaga gawang Laksar Sembada.

Jika dibandingkan dengan tiga kiper yang lain, Dhika Bhayangkara bisa dikatakan sebagai kiper yang paling berpengalaman. Ia sudah tak asing dengan atmosfer di Liga 1 karena Dhika sudah pernah tampil di kasta tertinggi itu bersama PS TNI dan PSMS Medan.

Bersama PSMS di Liga 1 musim lalu, Dhika mencatatkan 13 kali penampilan. Kiper berusia 28 tahun itu memiliki catatan kebobolan 28 kali dan lima kali bisa meraih catatan clean sheet alias tidak kebobolan dalam sebuah laga.

Dhika sendiri mengungkapkan ingin menjadi kiper utama di PSS. Namun, ia menyerahkan semuanya kepada tim pelatih. “Ya tunggu saja. Saya siap bekerja keras,” ujarnya. (bhn/cr10/cr12/fj)