SLEMAN –  Ibadah puasa tak menyurutkan semangat para pemain ikut turnamen Piala Ramadan Askab Sleman. Di laga pembuka, tim Liga Super Sleman, Pesat unggul 6-0 atas lawannya PS Kalasan di Lapangan Getas, Tlogoadi, Mlati, Senin (13/5).

Laga keduanya seolah menjadi wahana untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa bagi warga sekitar yang cukup antusias menyaksikan laga tersebut. Ratusan warga cukup tampak menyaksikan laga dari pinggir lapangan tanpa pembatas tersebut.

Selain di Lapangan Getas, partai lain mempertemukan tim KKK dan Gelora Muda juga terjadi di Lapangan, Banyuraden, Gamping, Sleman. Di laga ini Gelora Muda harus mengakui keunggulan KKK dengan skor cukup telak 0-4.

Ketua Panitia Piala Ramadan Askab Sleman Sukoco mengatakan, kegiatan ini merupakan even tahunan pada puasa. Ini sebagai hiburan untuk masyarakat dalam mengisi menunggu berbuka. “Makanya dari tahun ke tahun lapangannya selalu berpindah-pindah,” kata Sukoco ditemui di sela-sela pertandingan.

Turnamen Piala Ramadan tahun diikuti oleh 16 tim. Mereka tersebar dari empat kasta berbada di Sleman, empat tim dari Liga Super, 4 tim dari Liga Utama, 4 tim Liga satu dan empat tim Liga 2.

Adapun 16 tim yang akan menyemarakan Piala Ramadan yakni, Gelora Muda, KKK, Donoharjo, Poss, PS Condong Catur, PS AD 403, Banyuraden, TGP, Pesat, PS Kalasan, Perkasa, AMS Seyegan, Porab, MKJ FC, Liga Super dan Triyoso.”Tahun ini pertandingan menggunakan sistem gugur,” kata Sukoco.

Dijelaskan Piala Ramadan kali ini menjadi ajang silaturahmi dari tim-tim di kasta kompetisi Askab Sleman. Kompetisi tahun ini tim dari setiap kasta akan diacak dan dipertemukan dengan tim berbeda kasta.

Dijadwalkan, laga semifinal dan final akan digelar di Stadion Tridadi. Laga final sendiri rencananya digelar 25 Mei mendatang. “Juara pertama akan ada uang pembinaan Rp 3 juta,” jelasnya. (bhn/din/fj)