JOGJA – Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) DIJ menunjukkan keseriusannya dalam berorganisasi.  Terutama setelah diterima secara resmi menjadi Anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ ke-45 dalam Rapat Anggota KONI DIJ 2019 Februari lalu.

Hanya beberapa bulan setelah ditetapkan sebagai anggota KONI, terbukti kepengurusan Pengda PRUI DIJ Masa Bakti 2018-2022 terbentuk. Gerak cepat tersebut diapresiasi oleh Wakil ketua Pengurus Besar (PB) PRUI Yudha Ramon. Dia menilai keberadaan pengurus baru menjadi lompatan besar yang mampu membuat PRUI DIJ semakin berprestasi.”Dengan adanya pengurus baru, saya yakin rugby DIJ bisa maju dan sukses,” tegas Yudha, Selasa (14/5).

Keberadaan pengurus baru dinilai menjadi masa depan yang baik bagi pengembangan olahraga rugby di DIJ. Apalagi, peluang untuk meraih medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020 mendatang kian terbuka.

Prediksi tersebut tak lepas dari pencapaian prestasi atlet DIJ di Kejurnas Rugby 7s KU-21 Tahun 2018 lalu. Kala itu, atlet-atlet rugby DIJ berhasil menjadi finalis, baik di nomor putra dan putri. ”Tim asal DIJ juga mampu bersaing ketat dengan sang juara asal tim Papua,” jelasnya.

Di samping itu, apresiasi juga diberikan oleh PB PRUI atas peran DIJ dalam pengembangan olahraga rugby di Indonesia. Sebab, DIJ menjadi salah satu provinsi dengan penyumbang atlet terbanyak ke Tim Nasional (Timnas) Indonesia. ”Dengan banyaknya pakar olahraga yang bergabung dalam kepengurusan PRUI DIJ harapannya bisa lebih berkembang,” jelasnya.

Ketua Umum Pengda PRUI DIJ Ria Lumintuarso menjelaskan keberhasilan bergabung dengan KONI DIJ merupakan hasil kerja yang cukup panjang. ”Setelah tiga tahun bekerja dan berusaha, pada tahun ini resmi diterima sebagai anggota KONI DIJ,” jelasnya.

Dia mengatakan prestasi yang dicapai oleh atlet DIJ, tak lepas dari peran Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Menurutnya, UNY berhasil memajukan rugby melalui program pemasyarakatan bertajuk ‘get into rugby. Sehingga, olahraga tersebut kini menjadi akrab dengan generasi muda di DIJ.

Selanjutnya, para pengurus baru memiliki tantangan ke depan, dalam mempersiapkan atlet menghadapi Pra-PON rugby di Agustus dan PON XX Tahun 2020 Papua. Berbagai persiapan telah dilakukan melalui pumusatan latihan dan mengikuti berbagai kompetisi. ”Kami berjuang utuk mencapai yang terbaik,” tegasnya. (bhn/din/zl)