SLEMAN – HUT ke-103 Kabupaten Sleman terasa makin istimewa. Ada kado spesial dari Perusahaan Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Sembada. Kado itu berupa torehan prestasi tingkat nasional. Ya, badan usaha milik daerah (BUMD) Pemkab Sleman itu ditahbiskan sebagai BUMD terbaik oleh Majalah Top Business bersama Asia Business Research Center  pada ajang Top BUMD 2019. Penghargaan diserahkan di  Golden Ballroom, The Sultan Hotel Jakarta, Senin (29/4) lalu.

Lebih dari itu, sang direktur, Dwi Nurwata, sekaligus dinobatkan sebagai Chief Executive Officer (CEO) BUMD terbaik se-Indonesia.

Itu semua berkat tata kelola dan manajemen PUDAM Tirta Sembada yang terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Termasuk dalam hal pelayanan terhadap masyarakat. Maupun performa perusahan.

Dua penghargaan tersebut persis dengan yang diterima PUDAM Tirta Sembada pada 2018. Artinya, BUMD binaan Bupati Sleman Sri Purnomo tersebut mampu mempertahankan kinerja perusahaan dengan baik. Bahkan meningkat.

Hal itu pula yang membuat Sri Purnomo turut ditahbiskan sebagai pembina BUMD terbaik se-Indonesia tahun ini.

Dwi mengatakan, torehan prestasi yang diraih PUDAM Tirta Sembada berkat kerja keras seluruh karyawan. Pun dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. “Atas peran serta pemerintah dan masyarakat niscaya kami bisa meraih semua itu,” ungkapnya, Selasa (14/5).

Menurut Dwi, penilaian dan proses seleksi pemenang kontestasi dalam ajang bertema “BUMD Membangun Ekonomi Daerah Yang Berkelanjutan” berjalan ketat dan rinci. Sejak awal Januari 2019 hingga awal April 2019.

Peserta TOP BUMD 2019 disaring dari 1.149 BUMD di seluruh Indonesia. Lalu diseleksi hingga menjadi 200 finalis. Dari jumlah tersebut, 162 finalis mengikuti proses penilaian lanjutan secara lengkap.

Adapun beberapa lembaga/konsultan penilai yang terlibat, di antaranya: Asia Business Research Center; Sinergi Daya Prima; PPM Manajemen; Harvard Business ReviewIntellectual Business Community; Melani K. Harriman Associates; dan lain-lain. Bertindak sebagai ketua dewan juri Top BUMD 2019 disandang Prof Dr Laode M. Kamaluddin MSc MEng.

Kriteria Top BUMD of the Year 2019 (best of the best) dalam kategori ini adalah BUMD yang memiliki kinerja terbaik dan relevan dengan tema yang diusung.

Penilaian kinerja keuangan didasarkan pada manajemen keuangan yang mendukung upaya menumbuhkan nilai perusahaan dalam jangka panjang, perusahaan yang mencapai kinerja keuangan yang terbaik, perusahaan yang mempunyai peningkatan kinerja keuangan terbaik. Sedangkan aspek pertumbuhan berkelanjutannya (relevansi dengan tema) ditekankan pada kemampuan BUMD dalam mengurangi subsidi dan efisiensi OPEX. Serta komitmen manajemen dalam investasi jangka panjang.

Selain itu, juara dalam ajang ini dipastikan telah menerapkan prinsip human capital secara baik. Khususnya dalam hal rekrutmen karyawan serta pelatihan dan pengembangan. Juga pengembangan karir dan kompetensi, reward and talent management, jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan, serta program pensiun.

Sedangkan penilaian aspek pertumbuhan berkelanjutan berdasarkan komitmen dalam reward and punishment. Termasuk keberanian dalam melakukan negative enforcement. Serta pelaksanaan career plan & career path di perusahaan.

Dalam bidang pemasaran dan layanan pelanggan, aspek penilaian dititikberatkan pada penerapan prinsip-prinsip pemasaran yang baik dan efektif. Terutama dalam pengelolaan pelanggan, produk (barang/jasa). “Di bidang ini juga dinilai kinerja penjualan dan layanan tiap BUMD. Termasuk inovasi marketing dan pelayanan pelanggan pada periode 2017-2018,” jelas Dwi.

Lalu pada aspek pertumbuhan berkelanjutan yang dinilai adalah teknik edukasi konsumen agar mereka loyal serta inovasi produk dan jasa yang mengarah pada pertumbuhan bisnis ke depan.

Sementara aspek penilaian di bidang manajemen kinerja lebih pada kemampuan perusahaan untuk menyelaraskan visi, misi, strategi bisnis, dan ukuran KPI untuk monitoring. Serta kemampuan memanfaatkan hasil monitoring kinerja untuk perbaikan daya saing.

Penghargaan bagi CEO BUMD juga ada kriteria tersendiri. Yakni berdasarkan kelompok bisnis serta karakter dan soft competency. Sedangkan penghargaan bagi kepala daerah lebih pada peran sebagai pembina BUMD. Sebab, kepala daerah merupakan pembina dan pemegang saham BUMD. Karena itu setiap kepala daerah sudah pasti turut berperan atas keberhasilan BUMD terkait.(*/yog/fj)